MAKASSAR, BKM– Di beberapa lokasi, ditemukan sejumlah pasar dadakan yang kehadirannya mengganggu pengguna jalan. Pasalnya, para pedagang kerap menggunakan badan jalan untuk tempat berjualan.
Bukan itu saja, di beberapa pasar tradisional, ditemukan pula pasar tumpah. Dimana para pedagang tidak hanya berjualan di dalam lods atau kios yang telah disediakan, namun juga sampai ke sisi jalan.
Menyikapi kondisi tersebut, Direktur Utama PD Pasar Makassar Raya, Basdir, mengatakan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk membicarakan persoalan tersebut.
Menurutnya, penertiban pasar dadakan bukan semata tanggung jawab PD Pasar namun juga beberapa instansi seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan lainnya.
“Saya baru sekitar dua minggu menjabat, saat ini sementara melakukan pendataan dan mendeteksi persoalan-persoalan yang ada untuk dicari solusinya. Termasuk kehadiran pasar yang tidak berijin atau pasar dadakan tersebut,” ungkap Basdir ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/2).
Dia mengakui, memang ada beberapa titik atau lokasi yang menjadi tempat berjualan yang mengganggu para pengguna jalan.
Namun, menyikapi persoalan itu, pihaknya tidak serta merta melarang para pedagang berjualan. Alasannya, karena ini menyangkut kehidupan mereka. Sehingga harus dicarikan solusi yang tidak merugikan.
“Jadi misalnya, mereka berjualan sampai di badan jalan, kita akan tertibkan dengan meminta para pedagang menggesser jualannya agak ke dalam. Jadi solusinya, kita akan melakukan penataan, bukan menggusur,” jelas Basdir.
Penataan juga bisa dilakukan dalam bentuk merelokasi pedagang berjualan di pasar-pasar resmi. Namun untuk metode ini, lanjut Basdir, butuh strategi maupun pola pendekatan ke pedagang.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan menginisiasi pertemuan dan koordinasi lintas sektor dan instansi untuk membicarakan seperti apa penataan pedagang-pedagang yang berjualan di lokasi-lokasi pasar tidak resmi. (rhm)