MAKASSAR, BKM — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulawesi Selatan menggelar rapat kerja daerah (Rakerda) di Hotel Claro Makassar, Rabu (26/2). Sekretaris Provinsi Dr Abdul Hayat Gani membuka kegiatan ini.
Di depan sekprov, Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Andi Ritamariani Basharu mengatakan, dalam rakerda ini dibahas sejumlah poin. Termasuk target pemerataan pembangunan Keluarga Berencana (KB) di semua kabupaten/kota se-Sulsel.
Menurut Rita, permasalahan tidak meratanya pembangunan KB pada tahun 2019, akan digenjot tahun ini agar bisa menyamai kabupaten lain yang sudah mencapai target.
“Program prioritas untuk tahun 2020 ada tiga, kependudukan, KB dan pembangunan keluarga. Apalagi persoalan stunting di Sulawesi Selatan, itu salah satu tugas BKKBN,” ujarnya.
Ditambahkannya, dengan hasil 2019, akan menjadi acuan bagi BKKBN agar permasalahan tidak meratanya hasil kerja pada tahun 2020 bisa mencapai target.
Secara umum, Rita menyebut, pencapaian program KKBPK atau Banggakencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana) di Sulsel hingga tahun 2019 masih terdapat beberapa capaian yang belum memenuhi target.
Di antaranya angka kelahiran total (total vertifility rate/TFR) 15-49 tahun, baru mencapai 2,44 per wanita usia subur (WUS) dari target yang diharapkan 2,28. Tingkat putus pakai kontrasepsi yang baru mencapai 29 persen dari target 24,6 persen. Kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (unmet need) 12,1 persen dari target sebesar 9,91 persen.
”Demikian juga dengan target program lainnya, seperti kampung KB yang sudah terbentuk tapi progresnya masih ada sebagian yang belum menunjukkan hasil menggembirakan sesuai dengan harapan pembentukannya,” ujar Rita.
Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani mengatakan, tugas BKKBN menggiring pengendalian keluarga dengan cara berkarakter. “Menyamakan persepsi di frekuensi yang sama. Saya kira ada pemberdayaan perempuan, ada sinergitas langsung,” kata Hayat.
Menurutnya, jika ada kabupaten yang memiliki inovasi bagus terkait keluarga wajib untuk diberi bantuan. ”Saya selalu katakan keluarga kuat, kecamatan juga kuat. Mengendalika keluarga butuh dengan baik, sehingga dengan sendirinya akan kuat,” jelasnya. (nug)
