KETERAMPILAN dalam menjahit sepatu bukanlah keahlian yang bisa didapat secara instan atau singkat, apalagi jika tidak memiliki dasar yang kuat. Untuk menjadi seorang penjahit sepatu yang profesional membutuhkan latihan dan pengalaman yang tidak sedikit. Seperti yang dilakoni Ficce.
Laporan:FACHRUL AWALIL ILMI MAHMUD
Meski umurnya sudah 77 tahun, Ficce tetap terampil memainkan jari-jarinya untuk menjahit sepatu milik pelanggannya.
Penulis yang menemuinya siang kemarin, pria parubaya yang menggunakan topi pet/falat berwarna abu abu serta baju kemeja hijau mengaku bersyukur karena orang-orang masih percaya padanya untuk menjahit sepatu mereka.
Sambil sesekali memasukkan benang jahit di dalam jarum, Ficce, juga mengaku, telah memiliki anak 12 orang anak. Masing-masing enam orang laki laki dan enam orang perempuan. Bahkan semua anaknya sudah berkeluarga.”Saya bersyukur karena anak saya sudah bekerja semua dan berkeluarga. Saya tetap menjahit sepatu, agar tidak menyusahkan anak dalam kebutuhan hidup saya,” ujarnya.
Ia menggeluti pekerjaan jasa menjahit sepatu ini sudah 53 tahun lamanya, dan sampai sekarang masih terus bekerja dengan semangat.”Dulu saya memiliki toko kecil di Jalan Veteran, tapi karena salah seorang anak saya memanggil tinggal bersamanya, akhirnya toko saya jual dan ambil rumah di BTP,” ceritanya.
Sejak pindah di Perumahan BTP, ia-pun berusaha mencari lahan atau tempat untuk membuka usaha jahit sepatu. Tapi di wilayah itu, sudah banyak yang membuka usaha yang sama jahit sepatu. Ia khawatir kehadirannya di sana bisa menghalangi rezeki orang lain, dan akhirnya memilih lokasi usaha jahit sepatu di samping kantor BRI Daya, Kelurahan Paccerakkang. Di lokasi itu memang belum ada yang buka usaha jahit sepatu.
Bahkan, sebelum menggeluti usaha jasa jahit sepatu pak Ficce dulunya adalah seorang montir sepeda dan menjahit ban sepeda yang sobek.
“Sebelum melirik jasa menjahit sepatu, saya sempat bekerja sebagai montir sepeda dan menjahit ban sepeda yang sobek selama hampir tiga bulan. Tapi suatu ketika ada seorang yang meminta tolong pada saya untuk dijahitkan sendalnya yang sudah hampir putus, ketika selesai memperbaiki kebetulan orang tersebut senang melihat hasil jahitan saya. Akhirnya banyak orang yang meminta tolong,” ungkap Ficce sambil tersenyum menceritakan kisahnya.
Menurutnya, jasa menjahit sepatu lebih menguntungkan daripada sebagai montir sepeda. Apalagi, kebutuhan untuk usaha jahit sepatu terbilang murah, hanya membeli jarum jahit dan benang jahit dari bahan jins di Pasar Sentral.(*)
