Site icon Berita Kota Makassar

Pasutri di Takalar Hidup dari Belas Kasihan

TAKALAR, BKM — Sebuah potret kemiskinan kembali terpampang di depan mata masyarakat Kabupaten Takalar, tidak jauh dari hiruk pikuk roda pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Takalar, H Syamsari Kitta-H Achmad Dg Se’re.
Sepasang suami istri (Pasutri), Baddollahi Daeng Janji dan Nursidah Daeng Ratang, warga Lingkungan Masago, Kelurahan Maradekaya, Kecamatan Pattallassang, tak bisa berbuat banyak untuk merasakan hidup lebih baik.
Berbagai program bantuan pemerintah pun tak pernah mereka dapatkan. ”Untuk makan, terkadang saya hanya menerima beras dari tetangga atau keluarga saat berkunjung ke rumah,” kata Baddolahi kepada wartawan, Selasa (25/2).
Derita dalam garis kemiskinan terus berlanjut dirasakan Pasutri ini. Meski sudah bertahun-tahun tinggal di gubuk reot ukuran 4×5, keduanya mengaku belum pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Takalar.
Padahal, mereka sering didata dan dimintai dokumen kependudukan. ”Selama ini rumah saya sering difoto, Kartu Kelurga (KK) dan KTP saya juga sering diambil oleh pihak lain. Tapi hingga saat ini belum ada realisasi bantuan yang diwujudkan,” kata Baddollahi yang diiiyakan istrinya, Nursidah Daeng Ratang.
Diketahui, Baddolahi bersama keluarga dalam mempertahankan hidup hanya bekerja sebagai buruh harian yang tidak menentu penghasilannya. Sedangkan istrinya hanya seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) biasa.
Sementara, tetangga Badollahi, Daeng Ngemba saat dimintai tanggapannya sekaitan kondisi hidup Pasutri tersebut, berharap pada Pemkab Takalar agar dapat memberikan bantuannya. Sehingga kesenjangan sosial yang dialami keluarga Badollahi dapat diminimalisir.
”Saya berharap Pemkab Takalar juga memberi perhatian serius terhadap keberadaan keluarga Baddolahi yang hidup di atas jeratan kemiskina. Selain makan dan minum mereka serba terbatas, rumahnya pun tak layak huni,” ungkap Daeng Ngemba. (ira/mir/b)

Exit mobile version