MAKASSAR, BKM– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Makassar mendorong Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar untuk bisa memaksimalkan kinerjanya dalam mengurangi jumlah angka pengangguran sebesar 5 persen.
Apalagi, dewan sempat mendengar laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) kalau tingkat pengangguran terbuka di Kota Makassar mencapai 10 persen lebih, hingga tahun ini.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Makassar, Fatma Wahyuddin, menegaskan, angka pengangguran yang masih tinggi di Kota Makassar tahun ini harus ditekan oleh disnaker. Seperti melakukan pelatihan kerja dan menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan swasta agar pengangguran yang memiliki skill bisa dipekerjakan.
“Kalau kemarin datanya masih ada 10 persen, kita harus konfirmasi dulu ke disnaker. Nanti kita minta tahun ini bisa turun 5 persen kalau perlu. Silahkan buka pelatihan seperti sebelum-sebelumnya atau menjalin kerjasama dengan perusahaan swasta untuk mengatasi pengangguran,” ungkapnya di gedung DPRD Makassar, Rabu (26/2).
Walaupun diakui legislator Fraksi Demokrat ini, jumlah pengangguran perlahan mulai turun. Tapi masih banyaknya jumlah pengangguran yang ada di Makassar disebabkan tidak adanya pengalaman kerja dan keterampilan kerja bagi mereka.
“Apalagi banyak di lorong-lorong dibuat lapangan kerja sendiri. Tapi yang seperti itu perlu semacam pola kemitraan dengan perusahaan juga, termasuk wadah yang disiapkan pemerintah,” ucapnya.
Hal senada dikatakan anggota DPRD Makassar lainnya, Budi Hastuti. Ia juga meminta tahun ini ada penganggaran untuk kegiatan pelatihan dalam menekan angka pengangguran. Hal itu sebagai upaya pengembangan program magang melalui Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar.
“Ada kok itu, pasti disnaker ada untuk itu. Apalagi sampai sekarang jumlah pengangguran kita masih cukup tinggi. Mungkin ada semacam pelatihan atau magang di perusahaan. Disnaker harus terbuka, agar masyarakat ini tahu ada program seperti itu,”ujarnya.
Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Irwan Bangsawan, mengatakan, disnaker telah merancang salah satu program magang yang didanai oleh Asean Development Bank (ADB). Fokus pemagangan yang disediakan tersebut pada berbagai industri.
“Saya yakin dan percaya pengangguran akan berkurang lagi sebanyak 2 persen. Sekarang kan sudah berkurang , saya berharap berkurang lagi.Itu adalah tantangan buat kita sekaligus harapan kerjasama yang baru tersebut harus berkualitas dan bisa bekerja. Proyeksi kita pariwisata, agro industri, agro bisnis. Itu kita utamakan dulu,” jelasnya. (ita)
Dewan Minta Disnaker Kurangi Pengangguran Hingga 5 persen
