PANGKEP, BKM — Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengaku marah ke staf pemprov ketika mempertanyakan jumlah bantuan untuk Pangkep yang hanya berjumlah Rp10,1 miliar. Ia merasa malu ke masyarakat daerah ini jika hanya mengucurkan bantuan sedikit ke tanah kelahiran istrinya itu.
“Makanya, di hadapan masyarakat HUT ini, saya berjanji dan mesti ditunaikan bahwa DID (Dana Investasi Desa) Pangkep akan dipercepat pencairannya. Selama saya jadi gubernur Sulsel, belum pernah sekalipun yang namanya bupati Pangkep meminta langsung bantuan,” ujar Nurdin Abdullah pada puncak peringatan HUT ke-60 Kabupaten Pangkep, Rabu (26/2). Acara ini dipusatkan di gedung DPRD Pangkep.
Selain DID, lanjut Nurdin Abdullah, masalah air bersih juga menjadi hal krusial bagi masyarakat kepulauan. Permasalahan tersebut segera tertangani.
“Pengadaan air bersih yang merupakan proyek IPAL untuk masyarakat pulau ini bisa langsung diminum tanpa harus dimasak lebih awal,” terangnya.
NA menilai Pangkep merupakan daerah yang sudah mandiri. Itulah sebabnya Pemprov Sulsel berkewajiban memberikan kontribusi dengan membangun IPAL untuk air bersih.
Kepada Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid, gubernur berharap untuk merealisasikan masterplan poros maritim yang ditayangkan di hadapan semua yang hadir.
Mantan bupati Bantaeng dua periode ini yakin akan keluar dari zona merah berdasarkan peta politik. Makanya, pilkada Pangkep harus berlangsung aman dan damai. Jika damai, investor akan berbondong-bondong datang ke daerah ini.
“Pangkep dengan sejuta potensi harus terus didorong, agar masyarakat bisa lebih sejahtera. Kemiskinan harus dientaskan dengan memacu pertumbuhan ekonomi. Begitu pula dengan pengangguran terbuka, harus secepatnya dikurangi,” tandasnya.
Nurdin Abdullah juga meminta ke jajaran pemkab dan masyarakat Pangkep untuk waspada terhadap bencana, dan terus menjaga kelestarian lingkungan. Bencana alam sudah bukan fenomena biasa.
“Banjir terjadi karena air tidak diberi tempat. Air marah karena tidak lagi memperoleh tempat persinggahan. Hujan turun mestinya jatuh di atas daun dan pecah, kemudian meresap ke dalam tanah, lalu mengalir melalui sungai dan tempat resapan air sebagai cadangan,” urai Nurdin.
Karenanya, guru besar ilmu kehutanan ini meminta alih fungsi lahan harus dihentikan. “Jika tidak, kita tidak bisa mewariskan sumber air. Tetapi kita hanya menggenerasikan air mata kepada cucu kita,” pungkasnya.
Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid menjamin jika gubernur Sulsel akan memberikan perhatian khusus dalam memajukan Kabupaten Pangkep.
“Tentu, sebagai putra daerah Pangkep akan memberikan nilai lebih karena istrinya kelahiran Pangkep. Saya yakin Ibu Ketua Tim Penggerak PKK yang juga hadir mendampingi Pak Gubernur ini satu kali saja berbisik ke telinga beliau, semua pasti terealisasi. Karena itulah kelebihan dan keistimewaan seorang istri,” ungkap Syamsuddin di balik sambutannya.
Dalam kesempatan itu, Syamsuddin juga melaporkan rencana pembangunan kemaritiman yang akan dirintis. Megaproyek ini diharapkan menjadi pendukung pembangunan maritim sebagai poros dunia. Proyek triliunan ini diharapkan menjadi ikon baru Kabupaten Pangkep dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Di dalam masterplan yang didukung penuh Kemenko Kemaritiman ini akan ada di dalamnya pembangunan bandara perintis, pengelolaan sumber daya laut, pembangunan dermaga dan berbagai industri yang berhubungan dengan kemaritiman,” terangnya.
Pada rangkaian peringatan HUT kali ini, Gubernur HM Nurdin Abdullah bersama Bupati Syamsuddin A Hamid menandatangani delapan prasasti proyek yang dilaksanakan di tahun anggaran 2019. Penandatanganan disaksikan Wakil Bupati Pangkep Syahban Sammana. (udi/c)
Malu Bantu Pangkep Rp10,1 Miliar, Janji Percepat DID
