Site icon Berita Kota Makassar

Digemari Pelanggan dari Sore Hingga Malam

WAKTU sore menjelang petang, penganan semacam gorengan cukup banyak dicari orang. Makanan berminyak yang gurih ini diakui mampu menemani kebosanan saat perjalanan menggunakan kendaraan roda dua maupun empat. Apalagi jika kondisi macet.

Laporan: ARIF AL QADRY

Pemilik usaha gorengan Haca Intan Daeng Kebesumi, kepada penulis mengaku, sudah hampir satu tahun jualan gorengan di Jalan Hertasning Raya, tepatnya di samping Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Dari pengalamannya menjual gorengan, saat sore menjelang petang, banyak orang yang datang ke tempat jualannya. Mereka membeli gorengan seperti bakwan sayur udang (bikandoang), jalangkote, donat dan panada. Mayoritas yang datang membeli adalah karyawan.
“Sore paling banyak yang datang beli apalagi yang naik mobil. Karena macet mereka hanya membuka kaca mobil dan pesan. Kalau malam banyak anak muda juga,” sebut Intan.
Jualan gorengan, tambah Intan, mulai ditekuni pada awal tahun lalu. Ide jualan gorengan muncul setelah merasa bosan tinggal sepanjang hari dalam rumah. Berangkat dari situlah, Intan kemudian mencari pinjaman modal untuk membuat cemilan gorengan. Dan ditambah modal lemari kaca ukuran yang sederhana, dia menggelar dagangannya di kawasan Jalan Hertasning Raya.
Dari penuturan perempuan berusia 50 tahun itu, dirinya setiap hari jualan mulai dari pukul 13.00 Wita sampai pukul 22.00 Wita. Dia jualan seorang dirinya. Tidak ada pegawai yang membantunya. Gorengan buatan sendiri dijual Intan cukup murah, yaitu Rp2.000 per bijinya.
“Selesai salat subuh sudah kerja, sudah buat gorengan sampai pukul 12.00 siang. Istirahat satu jam dan keluar jualan. Begitu setiap hari tidak pernah libur kecuali saya tidak enak badan,” tambahnya. (*)

Exit mobile version