MAMUJU, BKM — Komisi IX DPR RI melakukan reses masa persidangan II tahun 2019-2020 di Sulbar, Jumat (28/2). Salah satu agenda kunjungannya adalah menggelar pertemuan dengan Pemprov Sulbar dan instansi terkait di Ruang Auditorium Lantai IV Kantor Gubernur Sulbar.
Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene mengatakan, permasalahan kesehatan di Sulbar masih sangat banyak dan butuh perhatian semua pihak. Dengan mendorong percepatan pembangunan kesehatan dengan prioritas pencapaian target nasional seperti penurunan stunting, angka kematian ibu (AKI), dan Angka Kematian Bayi (AKB).
“Saya percaya Pemprov Sulbar telah menjalin kerjasama lintas sektor, untuk menangani berbagai permasalahan kesehatan yang kian kompleks,” ujar Felly.
Untuk mengakselerasi pembangunan kesehatan dan penanggulangan berbagai permasalahan kesehatan di Sulbar, Felly menyatakan mendorong dan mendukung adanya peningkatan DAK ke Sulbar pada 2021, mengingat tahun ini alokasinya menurun dari 2019.
Sesuai data yang ada DAK 2019 sebanyak Rp 325,041 milyar rupiah untuk DAK Fisik dan DAK non-fisik sebesar Rp 124,123 milyar rupiah. Sedangan DAK 2020 dari pemerintah pusat untuk Sulbar yang telah didorong Komisi IX DPR RI sebesar Rp 318, 355 milyar untuk DAK fisik sedangkan DAK non-fisik Rp 85,34 milyar rupiah.
” Jika dibandingkan 2019, alokasi DAK ke Sulbar tahun 2019 menurun. Kami memahami DAK tahun ini masih kecil mengingat alokasi masih terendah jika jika dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Sulawesi. Untuk itu kami mendorong peningkatan DAK untuk Sulbar di tahun depan,” tambahnya.
Pihaknya terus berupaya agar ada prioritas program kesehatan nasional ke Sulbar. Terkait masalah ketenagakerjaan, Felly juga menyatakan, pihaknya mendukung program ketenagakerjaan secara menyeluruh yang dilakukan pemerintah daerah, melalui peningkatan lapangan usaha produktif yang diarahkan pada kompetensi kemandirian, peningkatan produktifitas, peningkatan upah minimum, penjaminan kesejahteraan dan perlindungan pekerja melalui jaminan sosial.
“Kami harap program ini juga dijalankan oleh Pemprov Sulbar untuk terus meningkatkan kondisi ketenagakerjaan di daerah ini,”tambahnya
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar menyambut baik kedatangan Komisi IX DPR RI dan mengucapkan terima kasih atas kunjungan tersebut.
“Terima kasih atas kunjungannya, semoga pertemuan ini akan memberi berkah bagi masyarakat Sulbar pada umumnya,”kata Ali Baal.
Ali Baal menuturkan, beberapa bulan terakhir media publik di penuhi oleh beberapa isu, dua diantaranya adalah isu kesehatan dan ketenagakerjaan.
“Isi kesehatan yakni Corona Virus dan isu ketenagakerjaan yakni rancangan undang-undang cipta kerja atau Omnibus Law. Kedua isu tersebut tentu menjadi perhatian utama bagi pemerintah Sulbar, “kata Ali Baal. (ala/C)