JENEPONTO, BKM — Memasuki bulan ketiga tahun 2020, harga rumput laut ditingkat petani di Kabupaten Jeneponto, anjlok. Jika sebelumnya pedagang pengumpul dengan harga Rp18.000 per kilogram (kg), kini turun menjadi Rp12.000 per kg.
”Itu pun pembayarannya tersendat,” ujar Rasyid Daeng Siama, salah seorang petani rumput laut saat ditemui di Kampung Tanrusampe, Kelurahan Biringkassi, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Minggu (1/3).
Lanjut Rasyid mengatakan, anjloknya harga rumput laut dikarenakan adanya virus Corona yang berpusat di Cina. Padahal, tujuan ekspor rumput laut ke negeri Cina. ”Anjloknya harga rumput laut membuat kami bingung. Kami minta pemerintah mencarikan jalan keluar agar harga rumput laut meningkat harganya, agar kami tidak banyak merugi,” ujar Rasyid.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jeneponto, H Jafar Siama, mengatakan, anjloknya harga rumput laut tidak bisa dihindari. Karena tujuan ekspor rumput laut Jeneponto adalah ke Cina. Sedangkan di sana sedang ada wabah virus Corona. Sehingga ekspor rumput laut tersendat, bahkan berhenti sampai batas waktu tidak ditentukan.
”Semoga wabah virus corona cepat berlalu sehingga perekonomian semakin membaik,” ujar Jafar Siama. (krk/mir/c)
Harga Anjlok, Petani Rumput Laut Mengeluh
