MAKASSAR, BKM–Sejak dua tahun terakhir ini, PT penjaminan kredit daerah (Jamkrida) Sulawesi Selatan tidak pernah lagi menyetor hasil dividennya ke Pemerintah Provinsi Sulsel. Ini karena Jamkrida mengalami kerugian.
Kerugian tersebut diakui Direktur Utama PT Jamkrida, Mulyan Pulubuhu, diakibatkan oleh adanya pemberian bantuan ke Pemkab Sidrap senilai Rp5.7 miliar.
“Memang belum ada dividen yang kita berikan ke pemprov karena kita masih dalam kondisi rugi. Itu karena adanya klaim di Sidrap sebanyak Rp5.7 miliar,” beber Mulyan Pulubuhu, akhir pekan lalu.
Ia menambahkan, penjaminan yang diberikan kepada Pemkab Sidrap tersebut merupakan piutang. Pasalnya, pada 18 Februari lalu Pemkab Sidrap sendiri telah mengakui akan membayar jumlah tersebut secara bertahap pada tahun ini hingga 2021 mendatang.
“Jadi yang Rp5.7 miliar itu kami bukukan sebagai piutang. Karena menurut ketentuan keuangan, tagihan yang punya underline transaction jelas waktunya, jelas kapan dibayar itu adalah piutang,” ucapnya.
Lanjut kata Mulyan, 24 Februari lalu, PT Jamkrida berhasil mengambil alih transfer atau pemindahan portofolio salah satu perusahaan dari kredit Hasamitra. Dimana perusahaan tersebut ingin berhenti menjalin kerjasama dengan Hasamitra, dan Jamkrida berhasil mengambil alih portofolio tersebut senilai Rp322 miliar.
“Dari sekian itu kita regaransi, dijaminkan ulang ke tempat lain. Kita menjaminkan ulang ke perusahan itu kami mendapat garansi, kami mendapat Rp1 miliar dari pengalihan lagi,” ucapnya.
Dengan begitu, jika dikalkulasikan antara piutang Sidrap dan regaransi dari perusahan tadi, total laba PT Jamkrida sebesar Rp6 miliar lebih.
Menanggapi kerugian PT Jamkrida, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, menampik hal tersebut. Menurutnya, sebagai bisnis asuransi memang harus mengcover dan menjadi penjamin kredit dan atau pembiayaan bagi koperasi dan UMKM di Sulawesi Selatan.
“Kita cover semua, seperti misalnya ada proyek di Sidrap, dia cover Rp5 miliar. tapi pemdanya kan akan bayar jadi itu bukan kerugian, tapi itu akan kembali,” jelas Nurdin.
Diketahui, Nurdin Abdullah beserta perusahaan daerah dan direksi PT Jamkrida melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dalam rapat tersebut NA mengajarkan memberi penguatan dan semangat kepada seluruh jajaran direksi.
Nurdin menganggap oportunity Sulsel untuk bisinis asuransi sangat besar, PT Jamkrida harus menyiapkan SDM yang memiliki integritas, profesional dan didukung etos kerja yang tinggi.
“Tentu dibarengi dengan moral yang baik, karena bisnis asuransi sudah mulai keren, sapi pun sudah diasuransikan. Makanya saya berharap betul-betul asuransi dikelola secara professional,” katanya.
Bahkan Nurdin berjanji untuk memberikan bantuan modal dalam rangka mendorong BUMD tersebut. Guna meningkatkan kemampuan pendanaan dan memperlancar kegiatan dunia usaha, menambah kesempatan kerja dan pertumbuhan ekonomi Sulsel.
“Kita kasih penguatan kalau memang dibutuhkan tambahan modal kita kasi. Tapi itu lagi bisinis plannya harus jelas. Ini kan sebentar lagi kita kasi komisaris yang bagus. Saya kira tidak perlu kita ragukanlah yang penting kuncinya siapkan SDM yang baik,” harap Nurdin.(nug)
Jamkrida tak Bisa Bayar Deviden ke Pemprov
