MAKASSAR, BKM– Anggota DPRD Kota Makassar merespons positif keinginan dari Dinas Perhubungan Kota Makassar untuk membangun terminal induk khusus barang.
Wacana ini juga sebagai salah satu solusi untuk menghilangkan kemacetan, termasuk karena ulah truk ekspedisi yang menaikan dan menurunkan barang di bahu jalan.
Ketua Komisi C DPRD Makassar, Abdi Asmara,mengungkapkan, keberadaan terminal barang akan menjadi penampungan sementara barang sebelum dikirim ke luar wilayah di Sulsel. Sebagai kota metropolitan, Makassar sudah harus memiliki terminal barang yang terpisah dengan terminal penumpang.
“Terminal barang akan menjadi solusi bagi perusahaan pemilik ekspedisi untuk memarkir kendaraannya di dalam terminal barang tersebut, sehingga tidak lagi dijumpai terparkir di pinggir jalan yang mengganggu pengguna jalan,” ungkapnya, Minggu (1/3).
Lanjut Abdi, keberadaan truk ekspedisi dengan muatan yang besar itu telah lama dikeluhkan masyarakat sebab mengganggu aktivitas. Dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) telah mengatur zonasi khusus untuk terminal induk khusus barang di Kota Makassar. Sehingga proses bongkar muat yang ada di gudang pelabuhan dan bandara akan berada dalam satu titik. ” Kita setuju ada dibangun atau bisa di kawasan kima jadi pusatnya hanya satu titik,” ucapnya.
Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Makassar, Andi Pahlevi, mengatakan, jika pembangunan terminal induk barang urgent dibutuhkan. Olehnya, dinas perhubungan perlu mempertimbangkan kajian akademik sebelum rencana itu dimatangkan. “Saya setuju, tapi pemkot perlu buat kajian dulu bersama DPRD dan para pelaku usaha terkait hal ini,”katanya.
Legislator Fraksi Gerindra Makassar menambahkan, rencana pembangunan terminal barang sebelumnya sudah pernah diusulkan oleh dewan agar dimasukkan di dalam draf APBD. “Membangun terminal induk barang memerlukan biaya sangat besar, selain pembangunan yang membutuhkan modal kuat, luas wilayahnya juga harus memadai dan dilengkapi fasilitas penunjang,”katanya. (ita)
Hanya Satu Titik Terminal Barang
