Site icon Berita Kota Makassar

Setiap Hari 1.000 Jamaah tak Berangkat Umrah

MAKASSAR, BKM — Penghentian sementara penerimaan jamaah umrah yang diberlakukan pemerintah Arab Saudi telah menimbulkan dampak besar. Di Sulsel saja, setiap hari sedikitnya terdapat 1.000 calon jamaah yang gagal berangkat.
Dalam sebulan, ada tiga kali pemberangkatan melalui bandara internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Mereka menggunakan maskapai Lion Air uamh terbang langsung ke Saudi.
”Selaku pengusaha yang bergerak di biro travel umrah, kita sangat berharap kondisi ini tidak berlangsung lama tanpa ada kejelasan. Mudah-mudahan bisa segera dibuka kembali, sesuai estimasti penghentian ini kurang lebih dua minggu,” ungkap Nurhayat, CEO Biro Umrah Aljasiyah, kemarin.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Asosiasi Penyelenggaran Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) ini menyinggung soal informasi yang ramai beredar, bahwa 14 Februari kran perjalanan umrah sudah dibuka kembali. Menurutnya, tanggal tersebut bukanlah jadwal pasti umrah sudah bisa dilaksanakan. Melainkan waktu untuk melayani refund, atau pengembalian uang jika ada yang memintanya.
”Belum ada informasi tentang kepastiannya kapan akan dibuka kembali. Informasi yang beredar (tanggal 14 Februari) bukanlah dari Kementerian Haji Arab Saudi yang punya otoritas untuk itu. Tapi kita sudah sampaikan kepada calon jamaah tentang kondisi ini. Mereka sudah memahaminya. Kita imbau untuk tidak melakukan refund. Karena sebagian biaya yang disetorkan telah dipakai untuk bayar tiket pesawat dan booking hotel di Arab Saudi,” jelas Hayat.
Ditegaskan bahwa dampak dari penghentian sementara ini dirasakan banyak pihak di Indonesia. Mulai dari jasa penerbangan, hingga transaksi di perbankan. Selain itu, pemerintah Arab Saudi juga merasakannya. Sebab jumlaah jamaah umrah berkurang. Hotel-hotel juga sepi.
Informasi yang diperoleh Nurhayat, alat pendeteksi virus corona yang akan dipasang oleh otoritas Arab Saudi, telah berada di bandara. Alat tersebut tinggal dipasang. Setelah itu bandara sudah bisa dibuka kembali.
Lalu bagaimana dengan jamaah umrah yang hendak pulang dari Arab Saudi? Hayat mengaku, pihak Lion Air sudah menyatakan kesiapannya untuk menjemput mereka.
”Rencananya jamaah kira akan tiba kembali di Makassar hari Jumat (6/3). Sekarang mereka masuk ke kota Mekkah. Lion Air terbang kosong ke sana untuk menjemput,” jelas Hayat lagi.
Bila pemerintah Arab Saudi menerima kembali jamaah umrah, pihak Aljasiyah menjadwal ulang pemberangkatan. Bila memang tanggal 14 Maret kran umrah dibuka, Aljasiyah akan langsung menerbangkan jamaahnya.
Senada dengan Nurhayat, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel Anwar Abubakar, mengatakan pihaknya belum bisa memastikan kabar bahwa pemberangkatan ibadah umrah akan dibuka kembali pada tanggal 14 Maret mendatang. Karena hingga Minggu (1/3) kemarin, pihaknya belum menerima surat edaran dari Kemenag pusat mengenai kebijakan tersebut.
”Kemungkinan besok (hari ini) baru bisa dipastikan apakah perjalanan ibadah umrah dari Indonesia bisa dilaksanakan kembali,” ujarnya.
Pihak Kemenag, dikatakan Anwar, hanya menginformasikan saja secara resmi soal kebijakan umrah ini. Persoalan lain secara teknis, diatur oleh pihak penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU).
“Kalau dibuka kembali, apakah nanti mulai pendaftaran baru lagi atau kita dahulukan jamaah yang tertunda, itu pihak penyelenggara yang atur,” katanya
Deasy Rusli yang mengantar jamaah Aljasiyah ke Tanah Suci, Minggu sore (1/3) menginformasikan bila hajar aswad saat ini tidak terlalu padat. Masjid Nabawi juga tidak penuh.
”Masjidil Haram tidak terlalu pada seperti biasa. Pelaksanaan tawaf sedikit lengang,” tulisnya melalui pesan Whatsapp.
Khusus hunian hotel, diakuinya masih normal. ”Hotel yang saya tempati banyak jamaah yang menginap di situ,” sebut istri Nurhayat ini. (nug)

Exit mobile version