MAKASSAR, BKM — Untuk penerapan model pembelajaran kooperatif berbasis kecerdasan majemuk di SMA Negeri 3 Majene, Sulawesi Barat diperlukan adanya perangkat pembelajaran kooperatif dan teori kecerdasan majemuk.
Hal ini dikemukakan Sainab ketika mempertahankan riset disertasinya berjudul; Pengembangan Model Pembelajaran Kooperatif Berbasis Kecerdasan Majemuk bagi Peserta Didik pada SMA di Kabupaten Majene. Ia menjalani sidang ujian promosi, Kamis (5/3) di Aula Lantai 5 Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Makassar (UNM).
Sidang dipimpin Prof Dr Anshari,MHum, dengan Prof Dr Ismail Tolla,MPd, Prof Dr Ir Yusminah Hala,MS, Prof Dr HM Arifin Achmad,MA, Prof Dr Hamsu Abdul Gani,MPd, Dr Sulaeman Samad,MSi, Prof Dr Darman Manda,MHum dan Prof Dr Muh Khalifah,MPd.
Sainab yang juga dosen Pendidikan Biologi Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melakukan riset dan pengembangan yang menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan model 4-D dari Thiagarajan.
Menurut Sainab, produk yang dihasilkan sudah valid, praktis, dan efektif digunakan di SMA karena telah melalui uji coba dan analisis dari ahli, guru, dan peserta didik.
“Hasil penerapan perangkat pembelajaran kooperatif berbasis kecerdasan majemuk telah memenuhi semua kriteria pengujian. Hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan,” ujarnya.
Seusai menjawab sanggahan, bantahan, dan klarifikasi dewan penguji, Sainab dinyatakan lulus dengan IPK 3,78 dan predikat kelulusan sangat memuaskan. Dia tercatat sebagai alumni doktor ke-856 PPs dan ke-137 Prodi Ilmu Pendidikan. (rls)
