BULUKUMBA, BKM — Pemkab Bulukumba akhirnya membatalkan penerimaan kapal pesiar Coral Adventurer Cruisse untuk berlabuh di Kelurahan Tanah Beru, Kecamatan Bontotiro.
Pembatalan itu setelah dilakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait di Kantor Bupati Bulukumba, Senin (9/3)dipimpin Wabup Tomy Satria Yulianto.
Kapal pesiar yang sedianya berlabuh pada 11 maret mendatang itu akhirnya melanjutkan perjalanannya ke destinasi berikutnya.
Kedatangan kapal pesiar tersebut juga mendapat penolakan oleh warga sepetempat dengan alasan, kekhawatiran akan adanya penyebaran virus utamanya Corona yang sedang marambak publik saat ini.
Tomy usai memimpin rapat mengaku, pada prinsipnya pemerintah daerah dan pemangku kepentingan telah melakukan suatu pertimbangan yang cukup panjang.
“Kita di Bulukumba adalah satu kabupaten yang sedang menggenjot sektor wisata. Kita tahu kedatangan kapal pesiar dimaksudkan untuk mendorong marketing bagaimana melihat Bulukumba sebagai destinasi pariwisata yang luar biasa,” ujar Tomy.
Namun di tengah pandemi global virus Corona membuat kegamangan dan trauma warga hingga akhirnya meminta agar program kapal pesiar yang dihuni kurang lebih 44 wisatawan ditunda sampai pandemi global virus corona ini bisa ditangani bersama.
Pihaknya telah kerjasama dengan Syahbandar Bulukumba untuk berkoordinasi dengan operator Kapal Pesiar Coral Advnture, agar kapal terbut tidak lagi berada di perairan Bulukumba.
” Karena ini program dinas pariwisata, maka kami mengatakan ini ditunda. Program ini sebetulnya telah direncanakan sejak 1 tahun lalu untuk mendoro akselerasi pariwisata di Bulukumba,” katanya.
Penundaan jelas Tomy demi menjaga kebathinan dan stabilitas masyarakat Bulukumba dengan tidak menerima kedatangan kapal pesiar tersebut. (min/C)