Site icon Berita Kota Makassar

Kesadaran Serah Simpan KCKR Masih Rendah

MAKASSAR, BKM — Kesadaran para penulis, penerbit dan institusi, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menyerahkan karya cetak karya rekam (KCKR) masih relatif rendah. Sebagai gambaran, sepanjang tahun 2019, yang melakukan serah simpan KCKR masih di bawah 100 judul.
“Bahkan OPD lingkup Kota Makassar masih perlu didorong untuk menyerahkan karya cetak dan karya rekam yang mereka produksi,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar Andi Siswanta Attas pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) KCKR yang diadakan di Hotel Continent Centre Poin, Jalan Adhyaksa Makassar, Senin (9/3).
Siswanta yang mewakili wali kota yang memberikan sambutan dan arahan, menjelaskan bahwa menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam, kewajiban serah simpan itu kepada perpustakaan nasional dan perpustakaan wilayah.
Namun, perpustakaan kota/kabupaten juga punya fungsi deposit, yakni fungsi pelestarian. Sehingga, harapannya setiap orang dan lembaga memiliki kesadaran untuk menyerahkan karya cetak dan karya rekam mereka ke Dinas Perpustakaan Kota Makassar, yang tak hanya menyimpan tapi juga mengelolanya supaya lebih dapat dimanfaatkan bagi banyak orang.
Menurut Kepala Unit Pengolahan Koleksi Pustakawan Madya Universitas Hasanuddin Dr Iskandar, yang tampil sebagai narasumber, posisi perpustakaan sangat strategis. Bisa dilihat dari survei tentang dari mana sumber informasi koleksi KCKR yang diperoleh, ternyata perpustakaan yang tertinggi yakni 41,67 persen. Disusul media sosial 23,15 persen, website penerbit 18,52 persen, dan informasi lain 16,67 persen.
Dalam pertemuan ini ditekankan bahwa perpustakaan bukan hanya menyimpan tapi juga menghimpun dan mengelola KCKR, baik pada lingkup OPD, penulis dan penerbit maupun lembaga non pemerintah. Dinas Perpustakaan Kota Makassar, termasuk OPD di Kota Makassar yang aktif dan memiliki beberapa inovasi yang diakui secara nasional.
Pada kesempatan itu juga diserahkan buku-buku dari penulis, antara lain Prof Ahmad M Sewang, Prof Hamdan Arrayia. Kegiatan ini dihadiri Muhyiddin, Sekertaris Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Indra Hartati Kabid Pengembangan Koleksi dan Pemeliharaan Pustaka, Amran Kuddus Kabid Pengembangan Perpustakaan, dan M Fadli Kabid Layanan.
Peserta FGD berjumlah kurang lebih 100-an orang. Sejumlah penulis hadir, di antaranya Yusdhitira Sukatanya, Bahar Merdu, Aslan Abidin, Alfian Dippahatang, Rusdin Tompo, Madia Gaddafi, Nasrul Djakariah, Dr Asniar Khumas dan Dr Fadli Andi Natsif. Mereka berasal dari berbagai lembaga dan komunitas, seperti Forum Lingkar Pena (FLP), Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) dan Komunitas Puisi (KoPi) Makassar. (rls)

Exit mobile version