TAKALAR, BKM — Mandeknya kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan beton senilai puluhan miliar rupiah di tangan aparat penegak hukum (APH), membuat Aliansi Masyarakat Polongbangkeng Bersatu (AMPB) dan Koalisi Aktivis Makassar (KAM) turun ke jalan menggelar aksi unjukrasa.
Mereka mendesak pihak-pihak terkait segera memeriksa sekaligus memproses hukum penanggung jawab kegiatan. ”Kami meminta dinas PU Takalar untuk mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan jalan beton. Karena kuat dugaan hasil pekerjaan jalan beton telah menjadi ajang korupsi para rekanan dan pihak terkait di dinas tersebut,” kata Rais koordinator aksi, Rabu (11/3).
Aksi unjukrasa digelar mulai dari kantor dinas PU Takalar hingga ke kantor bupati Takalar. Aksi unjukrasa ini diwarnai dengan pembakaran ban bekas. Aksi ini pun mendapat pengawalan ketat dari kepolisian resort (Polres) Takalar.
Selain meminta dinas PU Takalar mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan jalan beton yang kualitasnya sangat buruk, pendemo juga mendesak kembali pihak aparat hukum untuk memeriksa seluruh pihak yang terlibat dalam pekerjaan proyek jalan beton tahun anggaran 2019.
”Kami juga mendesak APH untuk menseriusi pemeriksaan proyek jalan beton. Kuat dugaan kerugian negara sangat terbuka dalam proyek tersebut,” kata Sahabuddin Jaya, orator lainnya.
Usai menggelar aksi unjukrasa di depan kantor bupati Takalar, para pendemo juga mendatangi Mapolres Takalar menyampaikan aspirasinya. Hal tersebut mereka tempuh lantaran tak satu pun pihak dari Pemkab Takalar yang datang menemui para pengunjuk rasa. (ira/mir/c)
AMPB dan Aktivis Makassar Gelar Aksi Demo
