Site icon Berita Kota Makassar

Iqbal Diskusikan Kemacetan dengan Media

MAKASSAR, BKM — Pj Wali Kota Makassar menggelar afternoon tea dengan media massa di Makassar, akhir pekan lalu.
Afternoon tea yang digelar di rooftop rumah jabatan Wali Kota Makassar Jalan Penghibur itu membahas berbagai problematikan yang dihadapi Pemerintah Kota Makassar selama ini. Khususnya yang berkaitan dengan layanan umum, pendidikan, maupun kesehatan.
Mengusung tema “Makassar 2020 dalam Perspektif Media”, diawal diskusi, Pj Wali Kota Makassar membeberkan isu dan persoalan teranyar yang saat ini menjadi perhatian Pemkot Makassar.
Mantan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbangda) Pemprov Sulsel di awal penjelasan mengatakan
persoalan aktual yang dihadapi saat ini terkait masalah kelangkaan gula. Namun dia menekankan, pihaknya terus memantau kondisi di lapangan. Begitu gula sudah hilang di pasaran dan harganya melambung tinggi, Pemkot Makassar akan turun melakukan operasi pasar.
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah kemacetan yang penyebabnya banyak faktor.
Mulai penataan parkir yang masih semrawut, kehadiran Pak Ogah yang memperparah laju kendaraan, semakin banyaknya kendaraan pribadi dan beberapa faktor lainnya.
Tak ketinggalan juga terkait persoalan gelandangan dan pengemis yang kerap meresahkan warga.
“Semua itu berusaha kita atasi. Dimulai dari yang kecil-kecil dulu. Parkir mulai ditata, Pak Ogah ditindaki, dan beberapa kebijakan lain yang diambil untuk mengatasi persoalan yang ada,” ungkap Iqbal.
Begitu juga dengan masalah drainase dan banjir yang kerap terjadi saat hujan tiba. Iqbal mengaku, semua sementara dibenahi. Pemkot memiliki tim reaksi cepat yang bekerja sesuai dengan persoalan yang ditemukan di lapangan.
Yang teranyar, terkait maraknya penyakit Covid-19 yang disebakan virus corona yang sudah menjadi pandemik di seluruh dunia.
Dia mengemukakan, sejauh ini, wabah Covid-19 belum terlalu berdampak di masyarakat Makassar. Sejauh ini, pertumbuhan ekonomi masih cukup stabil. Namun bukan berarti persoalan itu tidak menjadi perhatian pemerintah.
“Tetap kita pantau dan awasi secara serius. Masyarakat juga diimbau untuk selalu mewaspada penyakit ini,” kata Iqbal.
Pada diskusi tersebut, juga dihadirkan
Pengamat Pemerintahan Universitas Hasanuddin, Ali Armunanto yang menganalisa kerja-kerja Iqbal selama setahun ini.
Menurut Ali sejauh ini, Pemerintah Kota Makassar telah melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dengan cukup baik.
“Persoalan-persoalan yang substantif berusaha untuk diselesaikan. Seperti banjir, kemacetan, dan lainnya,” ungkap Ali.
Namun, dia menyoroti sikap Pemkot Makassar dan menyikapi wabah Covid-19 yang saat ini menjadi perhatian dunia.
Ali menilai Pemerintah Kota Makassar terkesan menyepelekan persoalan tersebut. Padahal, Makassar diketahui merupakan pintu gerbang di Kawasan Timur Indonesia.
“Beberapa daerah yang terdampak ada yang cukup dekat dengan Sulawesi.
Ini yang mengerikan karena sudah dekat dengan Sulawesi. Harga bahan pokok di pasar juga sudah naik, harga jahe merah naik Rp100 ribu,” ungkapnya. (rhm)

Exit mobile version