MAKASSAR, BKM — Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah dinyatakan positif terinfeksi covid-19 (virus corona disease atau penyakit akibat virus corona). Sebelumnya, dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama, Menhub pernah melakukan kunjungan kerja ke Sulsel.
Salah satunya meninjau progress pembangunan bandar udara Pongtiku di Toraja. Kala itu, ia didampingi sejumlah pejabat. Di antaranya Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah.
Namun, Nurdin meyakini kalau Menhub tidak terjangkit corona di Sulsel. Karenanya, ia tidak mengkhawatirkan dirinya dan pejabat lain yang ikut mendampingi Menhub juga terpapara virus tersebut.
Nurdin menceritakan, Menhub berkunjung ke Sulsel pada 28-29 Februari lalu. Kala itu, dikatakannya, Budi Karya dalam kondisi yang sehat dan bugar.
Saat berkunjung ke Makassar, kemudian ke Pongtiku, dan Wakatobi lalu kemudian kembali lagi ke Makassar, fisik Menhub saat itu terlihat sangat bagus. Bahkan bisa dikatakan dalam kondisi kuat.
Nurdin memperkirakan, Menhub baru terjangkit saat setelah dari Sulsel. Waktu itu, dikatakan Nurdin, menteri langsung ke Bandara Kertajati, Majalengka untuk menjemput warga negera Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) Diamond Princess.
“Saya yakin waktu beliau berkunjung ke Makassar, belum ada. Saya yakin itu. Waktu itu kita makan malam di sini (Rujab Gubernur Sulsel), fisiknya sangat bagus, kuat. Nah, dari sini beliau ke Kertajati menjemput WNI. Berarti bukan dari sini virusnya,” tegas Nurdin.
Nurdin pun menyampaikan keprihatinannya akan kondisi Menhub saat ini. Baginya, Budi Karya sebagai seorang menteri merupakan sosok yang punya kepedulian dan bekerja di zona rawan.
“Bagaimana seluruh masyarakat Indonesia yang ada di Wuhan, beliau (Menhub) selalu memantau bahkan menjemput. Jadi sangat rawan memang beliau,” ucap Nurdin.
Untuk meyakinkan bahwa dirinya dalam kondisi fit, Nurdin melakukan thermo scan di depan umum. Hal itu berlangsung di sela-sela kegiatan jalan sehat gathering dan temu alumni Dies Natalis ke-68 Fakultas Hukum Unhas di pelataran Fakultas Hukum Unhas, Minggu (15/3).
Saat baru tiba di lokasi, suhu tubuh Nurdin langsung diukur. ”Suhu tubuhnya 35,7 (derajat celcius),” kata Direktur Komunikasi Unhas Suharman Hamzah, kemarin.
Dekan Fakultas Kedokteran Unhas Prof dr Budu, menyebut bahwa suhu tubuh ini masih dalam kondisi normal. “35,7 itu suhu normal. Suhu normal itu manusia 36 koma sekian. Ini lebih cool. Itu tidak ada indikasi demam menurut WHO,” jelasnya.
Sementara itu, menyusul kian masifnya penyebaran covid-19 di Indonesia, Nurdin mengumpulkan seluruh kepala dinas kesehatan di Sulsel. Ia menyampaikan bahwa walaupun Sulsel belum termasuk daerah yang tercatat memiliki kasus covid-19, namun harus tetap waspada.
“Kesiapsiagaan kita itu penting. Contohnya, menghadirkan rumah sakit yang akan menjadi tempat rujukan jika memang ada kasus covid-19. Kita berharap ke depan, Sulsel sudah bisa melakukan pemeriksaan darah, supaya tidak lagi menunggu hasil dari luar,” tandasnya.
Nurdin juga tengah melakukan pemantauan di pintu-pintu masuk bagi pendatang dari luar ke Sulsel. Ia juga telah melakukan komunikasi dengan beberapa tokoh yang akan melakukan pertemuan besar.
“Kebetulan tanggal 17 (Maret) ada pertemuan di sini seluruh persatuan gereja Toraja. Saya sudah komunikasikan ke ketuanya, beliau sudah menyampaikan untuk menunda. Kedua, Ijtima yang di Gowa kita sudah koordinasi supaya ditunda. Karena itu kan mendatangkan tamu dari 48 negara. Itu sangat rawan,” papar Nurdin. (nug)
NA Sempat Makan Malam dengan Menhub
