Site icon Berita Kota Makassar

Batua Raya Satu Arah, Dewan Usul Uji Coba Dulu

MAKASSAR, BKM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Makassar menilai rekayasa jalan yang ada di Batua Raya perlu diujicoba dulu oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar. Pasalnya jalur rekayasa jalan di Kota Makassar sangatlah minim.
Hal tersebut ditegaskan, Ketua Komisi C DPRD Makassar, Abdi Asmara. Ia mengatakan, mengantisipasi kemacetan yang sudah terlalu parah di Jalan Batua Raya maka perlu dilakukan rekayasa jalan. Namun untuk membuat rekayasa jalan di lokasi tersebut pemerintah dalam hal ini Dishub Kota Makassar perlu melakukan uji coba dulu.
“Saya setuju adanya rekayasa jalan, tapi Dushub harus buat uji coba dulu agar masayarakat tahu dimana titik pengalihannya jika itu satu arah.Sebenarnya yang macet itu pada saat jam pulang kantor atau jam sekolah anak.Ditambah banyak parkir di bahu jalan,” ungkapnya di DPRD Makassar, Senin (16/3).
Selain itu, lampu merah serta potongan jalan yang terlalu rapat di Jalan Batua Raya juga perlu diperhatikan. Sebab daerah tersebut sering lowong dari aparat, baik dari kepolisian dan dinas perhubungan sendiri.
“Saya tegaskan dishub harus lakukan rekayasa jalan jika Kota Makassar tidak ingin macet total. Dan mereka harus turun kesana patroli lihat bagaimana arus lalu lintas disana seperti apa,” ujarnya.
Sementara itu, politisi PKS ini menambahkan,rekayasa Jalan Batua Raya menjadi satu arah perlu juga disosialisasika terlebih dahulu ke masyarakat.
Seperti diketahui, Dinas Perhubungan Kota Makassar, tengah menggodok rekayasa lalu lintas untuk mencegah terjadinya kemacetan di Jalan Batua Raya. Selama ini, jalan tersebut dinilai cukup padat.
Bahkan, badan jalan sudah tidak mampu menampung kapasitas kendaraan yang ada. Akibatnya, kemacetan parah kerap tak dapat dihindari.
Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar, Muhammad Irlan Ruslan, mengatakan, berdasarkan laporan masyarakat kemacetan di jalan tersebut sudah cukup parah. Khususnya di jam-jam sibuk saat berangkat dan pulang kerja maupun sekolah.
“Bukan dari laporan masyarakat saja, bahkan kami hampir tiap hari dengan kepolisian berada di lapangan, sehingga kami perlu lihat secara real seperti apa kondisi dan tidak menutup kemungkinan apapun yang menjadi harapan dan usulan dari masyarakat bisa dilakukan,” ucap Irlan, akhir pekan lalu.
Kendati demikian, kata dia masih perlu melakukan pengkajian mendalam untuk mewujudkan jalan satu arah. Salah satunya berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
“Karena memang kalau bicara tentang manajemen rekayasa lalu lintas dalam konteks berubah arah memang perlu kajian, karena bagaimanapun ini dampaknya ke masyarakat,” ucapnya.
Sementara Kepala Dishub Makassar Mario Said menyatakan bahwa belum ada format rekayasa yang bisa diterapkan secara permanen di Batua Raya. Kemacetan di sana hanya bisa disiasati sementara dengan melakukan pengaturan manual di titik pusat kemacetan.
“Sedang dikaji rekayasa apa yang tepat. Titik utamanya kan di pertigaan Borong-Toddopuli. Sampai ini berpengaruh ke jembatan di depan kantor camat,” tutur Mario.(ita)

Exit mobile version