Site icon Berita Kota Makassar

Masih Ada Minimarket tak Miliki Cek Suhu Tubuh

MAKASSAR, BKM– Upaya pencegahan penyebaran virus corona rupanya dipinggirkan oleh pelaku bisnis khususnya toko minimarket. Fasilitas sarana kesehatan seperti alat pengukur suhu tubuh atau termometer inframerah tidak disediakan.
Pengunjung toko minimarket leluasa melakukan interaksi tatap muka dan transaksi dengan bebas tanpa dilakukan pemeriksaan suhu tubuh terlebih dulu. Padahal, peluang penyebaran virus corona pasti selalu ada.
Dari pantauan BKM di sejumlah minimarket, Rabu (18/3), tidak ada satu pun ditemukan supermarket yang menyediakan alat pengukur suhu, termasuk cairan pembersih tangan, baik yang dijual maupun yang disediakan untuk dipakai oleh pengunjung setelah melakukan transaksi pembayaran.
Seorang pegawai minimarket yang tidak ingin menyebut namanya mengatakan, sejak isu virus corona ini masuk, pihak tokonya tidak menyediakan alat pendeteksi suhu tubuh kepada pengunjung.
“Kami tidak sediakan alat pendeteksi suhu tubuh kepada pengunjung. Karena kami saja tidak jual alat seperti itu. Kalau pembersih tangan juga kami tidak punya karena stok habis,” singkatnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Makassar, Abd Wahab Tahir, meminta, kepada pemilik usaha untuk turut serta melakukan antisipasi penyebaran virus corona. Caranya yaitu dengan menyediakan pembersih tangan dan alat pengukur suhu tubuh buat pengunjungnya.
“Sangat perlu pemilik usaha seperti toko minimarket atau tempat cukur rambut kekinian (barbershop) itu menyediakan alat pengukur suhu tubuh dan pembersih tangan. Jadi sebelum pengunjung masuk diperiksa suhu tubuhnya dan membersihkan tangan,” sebut Wahab.
Tidak itu saja, Wahab juga mendesak kepada pemerintah kota untuk turun melakukan pengawasan terhadap toko-toko minimarket. Yang mana tujuannya memberantas praktik penimbunan barang yang dilakukan oleh oknum dengan tujuan mencari keuntungan dengan menjual kembali barang dengan harga yang jauh lebih mahal.
Oknum yang terbukti bermain-main pada barang dan harga untuk masyarakat kata Wahab, harus ditindaki dengan tegas. Tidak dapat ditoleransi perilaku yang membuat resah dan cemas masyarakat.
“Pemerintah Kota Makassar tidak boleh diam, harus turun ke lapangan melakukan pengawasan. Jangan seperti ini terus-terusan, kesannya kan pembiaran kalau berlarut-larut. Kalau ada pemilik toko yang bermain-main soal itu, sanksinya harusnya jangan berikan lagi izin untuk berbisnis di Makassar,” tegasnya. (arf)

Exit mobile version