Site icon Berita Kota Makassar

Penghasilan tak Menentu, Tetap Ikhlas Membantu

TIDAK semua orang bisa melakukan pekerjaan sebagai jasa pembaca doa di kuburan. Disamping harus memiliki keahlian dalam hal agama, juga dibutuhkan keberanian dan keihlasan untuk membantu orang. Seperti yang dilakoni Daeng Awing.

Laporan:FACHRUL AWALIL ILMI MAHMUD

Setiap hari pria yang sudah berumur lebih setengah abad ini berada di lokasi Tempat Pemakaman Umum Sudiang. Ia memandangi setiap orang yang datang berziarah, sesekali menawarkan jasa pembaca doa untuk dikirimkan ke keluarga pelayat yang telah meninggal.
Kepada penulis, Daeng Awing mengaku, sudah puluhan tahun dipercaya para peziarah untuk memimpin doa di atas pusara. Memang ada beberapa yang menawarkan jasa pembaca doa di TPU ini tapi kebanyakan peziarah lebih memilih Daeng Awing sebagai pemimpin doa.
“Sering ada peziarah yang datang langsung ke rumah untuk memanggil saya hanya meminta untuk dituntun saat ingin berdoa di atas pusara makam keluarga mereka,” ungkap Daeng Awing, sambil mengusap keringat yang ada di dahinya.
Ia juga mengaku, memimpin pembacaan doa mulai dari membaca surah Al Fatihah, surah Yaasin, serta tahlil. Beberapa doa lain juga dilantunkan untuk mendoakan ahli kubur, rata-rata ia membaca doa di makam selama 15-20 menit lamanya.
Dalam pekerjaan ini Daeng Awing mendapat penghasilan yang tidak menentu, dikarenakan peziarah hanya datang satu persatu saja, untuk melihat makam keluarganya. Termasuk jika ada yang baru meninggal. Bahkan ia hanya menerima santunan seikhlasnya tanpa mematok tarif pada peziarah makam.
“Urusan doa itu kan berhubungan dengan Allah SWT. Jadi saya tidak mematok tarif, apalagi kalau mau menyusahkan orang yang sedang berduka,” ungkapnya.
Selain sebagai jasa pembaca doa, Daeng Awing juga membuka toko kebutuhan rumah tangga dan beberapa kebutuhan peziarah di sekitar wilayah TPU Sudiang, seperti bunga dan air.
“Saya bekerja ikhlas,saya sama sekali tidak berfikir untuk mendapat uang lebih pada peziarah. Ketika saya dipercaya untuk memimpin doa kepada jenazah yg sudah di makamkan saja sudah cukup berharga bagi saya dan Insyaallah itu sudah menjadi amal tabungan saya nanti, ketika sudah tidak di dunia lagi,” jelasnya.(*)

Exit mobile version