Site icon Berita Kota Makassar

Dewan Prihatin PKL Marak di Bahu Jalan

MAKASSAR, BKM– Di tengah sibuknya pemerintah mengurusi wabah virus Covid-19. Sejumlah kebijakan mulai terabaikan, salah satunya penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang kini marak di ruas jalan Kota Makassar.
Olehnya itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menyayangkan kondisi itu.
Dewan meminta Pemkot Makassar tegas dalam menindaki mereka.
Hal tersebut disampaikan anggota Komisi C DPRD Kota Makassar, Andi Pahlevi. Ia mengatakan, pemerintah memang disibukkan dengan pencegahan wabah saat ini, namun yang terpenting tugas dan tangungjawab yang lain tidak diabaikan. Seperti halnya penataan tata kota yang kini mulai amburadul karena banyak pedagang menjual buah-buahan, makanan, minuman, pakaian, menggunakan bahu jalan sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.
“Banyak pekerjaan mulai terabaikan oleh pemkot. Kita harap semua harus tetap berjalan dan dikerjakan. Apalagi, sejumlah ruas jalan berjejer aktivitas PKL di bahu jalan. Bukan cuman bikin macet tapi hak pejalan kaki juga diambil,” ungkapnya, Minggu (22/3).
Selain itu, ketika pedagang menggunakan bahu jalan maka masyarakat yang hendak membeli dagangan mereka kerap berhenti di tengah jalan dan semakin memperburuk kemacetan.”Coba Satpol PP turun tata ini pedagang, karena kalau dibiarkan PKL akan terus bertambah,” tuturnya.
Beberapa jalan yang diketahui banyak digunakan oleh para pedagang, antara lain di sepanjang Jalan Urip Sumohardjo, Perintis Kemerdekaan, Hertasning, Abdul Dg Sirua, Jalan Alauddin dan Jalan Petta Rani dengan berbagai macam dagangan mulai dari buah hingga beragam makanan lainnya.
Hal senada dikatakan anggota DPRD Makassar, Anwar. Menurutnya, menjamurnya PKL saat ini karena kurangnya penindakan dari Pemkot Makassar. Seharusnya satpol PP sudah intens melakukan patroli pengusiran dan penertiban, agar masyarakat lain ataupun pedagang lain tidak mencontoh hal yang sama.
“Awalnya itu satu ji dulu pedagang, terus bertambah lagi karena mereka melihat tidak diusir ji, lama-lama berkembang mi jadi pasar. Memang ini sangat mengganggu hampir di semua jalan poros atau protokol ada yang begini. Seperti begini seharusnya ditertibkan oleh teman-teman di satpol PP,”bebernya. (ita)

Exit mobile version