Site icon Berita Kota Makassar

Wastafel di Tiap Pintu Masuk Balai Kota

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar telah melakukan berbagai upaya dalam rangka mencegah semakin meluasnya penyebaran virus corona. Setelah meliburkan sekolah 14 hari, menutup Pantai Losari, imbauan menghindari keramaian dan melakukan social distancing, salah satu langkah yang ditempuh lainnya yakni menyediakan wastafel.
Sekretaris Kota Makassar Muh Ansar, menyebut setiap pintu masuk di balai kota akan dipasangi wastafel air mengalir dilengkapi dengan sabun antiseptik.
“Kita akan pasang di pintu masuk utama, pintu sebelah barat, pintu selatan menuju masjid, pintu timur PTSP,” kata Ansar, kemarin.
Sementara pintu barat akses menuju ruangan Bappeda ditutup sementara. Sebelumnya, juga telah dilakukan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh di setiap ruang kantor.
Untuk meningkatkan pelayanan, juga telah dibangun Posko Tanggap Darurat Bencana Covid-19 dan juga media center bagi masyarakat dan wartawan yang ingin mendapatkan perkembangan terbaru penanganan covid-19 di Kota Makassar. Pusat informasi ini terletak di kantor Dinas Kesehatan Kota Makassar dan mulai dibuka, Jumat (20/3).
Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb berkeliling pada sejumlah ruas jalan utama memimpin aksi semprot kota dengan disinfektan. Sejumlah ruang publik, seperti Anjungan Pantai Losari, Lapangan Karebosi, taman kota, fasilitas umum, jalan utama, termasuk pusat perbelanjaan oleh-oleh di sepanjang Jalan Somba Opu disasar untuk dilakukan penyemprotan oleh Dinas Pemadam Kebakaran. Menurut Iqbal, upaya ini salah satu bagian dari strategi untuk melawan penyebaran Covid-19.
“Kita telah memetakan potensi penyebaran virus. Salah satu yang menjadi fokus kita yakni wilayah yang sudah terdapat korban. Itu menjadi episentrum untuk proteksi. Satu tim dari Damkar (Pemadam Kebakaran) bertugas khusus di sana untuk melakukan sterilisasi, melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar area tersebut,” terang Iqbal
”Selain itu, semua tempat orang banyak berkumpul, daerah pertokoan, intinya sejak kemarin, hari ini dan beberapa hari ke depan kita cuci kota dengan disinfektan, sambil kita minta dukungan warga untuk tinggal di rumah saja,” tambah Iqbal.
Selain sterilisasi kota dengan disinfektan, Iqbal juga melakukan pemasangan wastafel di ruang-ruang terbuka, di fasilitas umum, termasuk di kantor-kantor pemerintah. Iqbal juga ikut menyemprot disinfektan ke sejumlah fasilitas umum, termasuk bus angkutan umum yang melintas.
“Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir itu jauh lebih efektif membunuh virus dibanding dengan hand sanitizer,” jelasnya.
Gerakan melawan covid-19 ini akan terus dilakukan. Semakin banyak pihak yang ikut bergabung dan melakukan aksi nyata bersama akan semakin baik.
“Insyaallah kita akan lebih cepat melewati ini jika kita bersatu membangun solidaritas bersama, dan warga kita disiplin membangun social distancing dan tinggal di rumah” lanjut Iqbal.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar Taufik Rachmat, menjelaskan langkah yang dilakukan dalam mendukung gerakan melawan covid-19 di Kota Makassar.
“Sesuai arahan Pak Wali, kita menurunkan enam unit armada damkar dan puluhan personel untuk menyisir sejumlah tempat sesuai rencana yang telah ditetapkan. Satu armada kami khusus untuk menyisir wilayah episentrum di Jalan Rajawali di mana terdapat korban yang positif covid-19. Selebihnya di tempat-tempat umum lainnya, seperti Pantai Losari dan juga yang lainnya” ujar Taufik.
Rute penyemprotan disinfektan yang dilakukan Pemkot Makassar khusus pada Minggu kemarin, di antaranya Jalan Arief Rate, Mappanyukki, Jenderal Sudirman dan sejumlah lokasi lainnya.

DPRD Sulsel Dibersihkan

Sekretariat dewan (setwan) DPRD Sulsel juga menjadi sasaran bersih-bersih. Penyemprotan disinfektan sebagai upaya sterilisasi untuk mencegah penyebaran vovid-19 dilaksanakan Minggu siang (22/3).
Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari serta pimpinan dan anggota dewan lainya menyaksikan langsung penyemprotan ini. Juga Plt Sekwan Sulsel M Jabir beserta staf.
Proses pembersihan mencakup seluruh fasilitas yang ada di gedung wakil rakyat, meliputi seluruh ruangan kerja, tempat ibadah, tempat pelayanan, ruang pimpinan, ruang rapat, hingga kendaraan.
Andi Ina Kartika Sari yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, mengatakan pentingnya penyemprotan disinfektan pada sarana dan prasarana gedung DPRD guna mengantisipasi penyebaran covid -19.
“lni dilakukan sebagai langkah preventif guna mencegah semakin luasnya penularan covid-19. Maka kita lakukan antisipasi,” ujarnya.
Menurutnya, penyemprotan ini bukan dilakukan untuk melindungi anggota dewan dan staf semata. Melainkan untuk kepentingan masyarakat Sulsel, karena gedung DPRD adalah rumah bagi rakyat Sulsel.
“Saat ini kita semua harus menjadi bagian dari upaya mengatasi bencana nasional. Kita harus memberikan perhatian untuk bisa mengatasinya bersama-sama,” tuturnya.
Terkait social distancing, politisi Partai Golkar ini menegaskan bahwa hal itu harus dilaksanakan secara bersama-sama. Apalagi sekarang, pihaknya sudah melihat bahwa covid-19 sudah menyebar di Sulsel.
“Semoga ini bisa kita lewati. Untuk seluruh masyarakat Sulsel, bila tidak bisa secara langsung membantu pemerintah, maka tinggal di rumah saja. Jangan keluar. Itu artinya sudah memberikan sumbangsih kepada pemerintah,” tandasnya.
Plt Sekawan Sulsel Muh Jabir, mengatakan penyemprotan disinfektan ini sebagai antisipasi dini dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona. (rhm-rif)

Exit mobile version