Site icon Berita Kota Makassar

Operasional Pasar Tradisional Dibatasi

MAKASSAR –Merabaknya wabah virus corona yang menyebabkan penyakit covid-19, membuat semua pihak berjaga-jaga dan mengambil langkah-langkah antisipasi.
PD Pasar Makassar Raya, menyikapi kondisi yang terjadi saat ini membatasi operasional dan aktifitas di seluruh pasar tradisional yang ada di Makassar.
Sesuai arahan Pj Walikota Makassar, Iqbal S. Suhaeb, Direksi PD Pasar membuat beberapa keputusan penting.
Salah satunya adalah jam operasional atau transaksi jual beli di pasar diberikan batas waktu hingga pukul 12.00 wita.
Sedangkan khusus Pasar Senggol yang selama ini beroperasi malam akan ditutup selama status tanggap darurat kota Makassar dihentikan.
“Selain itu, seluruh pasar mengatur jalur masuk dan keluar pembeli, menyiapkan tempat cuci tangan,” kata Direktur Operasional PD Pasar, Saharuddin Ridwan.
Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Makassar Raya, Basdir mengemukakan, pihaknya juga akan segera melakukan penyemprotan cairan desinfektan ke seluruh pasar tradisional yang ada di Kota Makassar.
“Kami akan segera melakukan penyemprotan,” kata Basdir saat dihubungi BKM kemarin.
Aksi lain yang dilakukan adalah, PD Pasar membagi-bagikan ember sebagai sarana untuk mencuci tangan di 18 pasar.
Ember itu disiapkan di pintu masuk dan keluar pasar agar bisa digunakan untuk tempat air sehingga baik pedagang maupun pembeli bisa mencuci tangan.
Terpisah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah mengimbau Pemerintah Kota Makassar melakukan komunikasi terlebih dahulu ke pada para pedagang dan pembeli soal penyemprotan anti corona di sejumlah pasar tradisional. Sebab bahan makanan akan terpapar zat kimia jika tidak dibersihkan kembali.
Hal itu diungkapkan juru bicara Komisi B DPRD Makassar, Hasanuddin Leo. Menurutnya, seluruh langkah antisipasi mencegah virus corona legisatif akan selalu mendukung. Hanya saja, untuk melakukan penyemprotan seperti di pasar tradisional, memang perlu ada komunikasi yang dilakukan PD Pasar mengingat pemyemprotan itu dapat mengenai bahan makanan yang tercampur dengan zat kimia.
“Saya kira itu tergantung komunikasi dulu, soal penyemprotan harus dijelaskan dulu ke pedagang dan pembeli bahwa ini mengandung ini (Zat Kimia). Setelah dilakukan itu saya kira tidak ada masalah, karena ini juga bagian dari mengurangi keresahan masyarakat jika itu dilakukan,” ungkapnya.
Namun diluar dari hal tersebut Legislator Fraksi PAN Makassar ini mengaku sangat mengapresisi tindakan tersebut. “Langkah positif itu, memang perlu dilakukan itu apalagi pasar itu tempat bertemunya manusia. Jadi saya pikir wajar ji kalau ada langkah antisipasi, karena masyarakat juga pasti resah dengan adanya wabah corona itu, jadi semua pihak bertanggung jawab menjaga bersama , kalau ada yang melakukan penyemprotan seperti itu, langkah antisipasi dan harus begitu memang,” jelasnya.
Senada dengan itu, Ketua Komisi B DPRD Makassar, William Lauren, menambahkan, meminimalisir menyebarnya virus corona perlu dilakukan. Salah satunya tempat yang menjadi tempat penyebaran paling cepat adalah pasar tradiisional yang terkenal kotor dan kurang diaga kebersihannya.
“Memang perlu itu, karena kita tahu semua pasar kita bagaimana. Jika tidak ada keinginan untuk menjaga kebersihan dimulai saat ini, wabah ini tidak bisa cepat ditangani dan bisa memakan banyak korban jika tidak ada antisipasi, makanya sangat perlu menjaga kebersihan dan timggal dirumah saja dulu,” tuturnya.(rhm-ita)

Exit mobile version