MAMUJU, BKM — Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju dr Syahrul Gani mengatakan pihaknya belum siap memberikan pelayanan terhadap pasien virus corona karena terkendala peralatan.
”Kami hanya punya kamar tapi fasilitas pendukung lainnya tidak tersedia,” ujar Syahrul baru-baru ini.
Kendala utama bagi pihaknya adalah masalah Alat Pelindung Diri (APD). Hal ini tentu menjadi ketika saat ada pasien terjangkit virus corona sementara APD bagi petugas medis tidak tersedia.
”Kalau APD tidak tersedia pasti kami tidak akan bisa melayaninya karena petugas medis yang ada di rumah sakit tidak aman dan justru bisa membahayakan diri mereka sendiri,” jelasnya.
Dia juga menambahkan pihaknya telah mengusulkan ke pusat untuk permintaan APD sebanyak 100 buah. Sebelum diusulkan kami telah melakukan koordinasi dengan Pemprov Sulbar melalui pertemuan.
”Beberaa hari yang lalu dalam membahas masalah APD selaku sarana pendukung menangani pasien corona, ” jelasnya.
Khusus sumber daya manusia, pihaknya sangat siap. Ada 107 orang petugas siap diturunkan jika fasilitas yang akan digunakan untuk menangani pasien corona sudah tersedia.
Wakil Ketua DPRD Sulbar H Abd Rahim saat ditemui BKM memberi respon positif jika RS Bhayangkara Mamuju bisa melayani pasien corona.
Dia menambahkan pihaknya telah melakukan kunjungan ke RS Bhayangkara Mamuju melihat langsung fasilitas yang dimiliki apakah sudah layak melayani pasien virus corona atau belum.
”Soal peralatan akan dibicarakan dengan Pemprov Sulbar,” tandas Abd Rahim. (ala/E)
RS Bhayangkara Belum Siap Layani Pasien Covid-19
