Site icon Berita Kota Makassar

Iksan, Icul dan Hois ‘Gagal’ Besarkan Golkar

MAKASSAR, BKM–Musyawarah daerah (Musda) Partai Golkar Sulsel masih diminati sejumlah bakal calon ketua untuk mengganti posisi HAM Nurdin Halid (NH) yang telah diminta fokus di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) bersama ketua Umum Airlangga Hartarto.
Hanya saja sejumlah bakal calon dikabarkan bisa tersandung lantaran sulit jika kriteri calon di Musda menggunakan penilaian prestasi, loyalitas, dedikasi dan tidak tercela (PLDT).
Manakala PLDT digunakan, maka para bakal calon tersebut banyak terancam gagal.
Ada ketua Golkar yang gagal meraih suara signifikan di pemilu legislatif (pileg) April tahun lalu, ada yang gagal memenangkan usungan di Pilgub serta dirinya juga gagal di pilbup maupun di pileg.
Tak hanya itu, ada bakal calon yang anak atau istrinya tercatat dipartai lain.
Seperti yang dialami Ketua Golkar Jeneponto H Iksan Iskandar. Pada pileg lalu, suara Golkar anjlok. Bahkan Golkar didaerah penghasil garam itu tak berhasil mempertahankan kursi wakil ketua dewan.
Selain itu anak dan istri Iksan Iskandar tercatat sebagai caleg Nasdem. Istri Iksan maju menjadi caleg DPR RI melalui dapil Sulsel I, sedang putranya maju ke DPRD Sulsel melalui Dapil Sulsel IV meliputi Kabupaten Jeneponto, Bantaeng dan Selayar.
Pada Pilgub lalu, usungan Golkar yakni NH yang berpasangan dengan Azis Qahhar juga gagal meraih suara signifikan.
Sekretaris Golkar Jeneponto Suharto Rahman yang dihubungi Minggu (29/3) juga belum memberikan jawaban.
Di Kabupaten Gowa, Hois Bactiar juga dinilai gagal. Hoist gagal di pilgub apalagi di pileg. Posisi ketua dewan lenyap. Kursi golkar di parlemen terjun bebas dari 9 kini kini tersisa 3 kursi.
Asrullah Awing selaku sekretaris DPD II yang dikonfirmasi Minggu kemarin juga belum memberikan taggapan.
Khusus di Sinjai, suara beringin juga masih anjlok. Plt Ketua Golkar Sinjai Andi Zulkarnain Z Latif alias Icul juga gagal masuk parlemen.
Sekretaris Golkar Sinjai Andi Kartini Ottong telah memberikan klarifikasi soal anjloknya suara beringin di Sinjai.
“Pada pileg 2014 Golkar Sinjai meraih 4 kursi dan 2019 tetap 4 kursi. Tapi pada Pilbup 2018, sekretaris Golkar berhasil duduk menjadi wakil bupati sinjai. Kader juga duduk sebagai wakil ketua DPRD Kabupaten Sinjai selama 2 periode”ujar Kartini yang juga Wakil Bupati Sinjai ini.
Didaerah utara, suara Golkar juga anjlok khususnya di Palopo. Plr Ketua DPD II Golkar Palopo Armin Mustamin Toputiri belum berhasil dikonfirmasi soal perolehan suara golkar di wilayahnya. (rif)

Exit mobile version