SIDRAP, BKM — Warga yang terpapar covid-19 di Kabupaten Sidrap bertambah delapan orang. Mereka berasal dari 15 klaster eks umrah yang diisolasi dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifing Nu’mang, Rappang.
Sementara itu, enam orang lainnya yang sebelumnya berstatus PDP, sudah dinyatakan negatif covid-19. Dua orang masih menunggu hasil swab.
Hal tersebut dibenarkan juru bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Sidrap, Ishak Kenre melalui telepon selularnya, Selasa, (7/4). ”Jadi ada tambahan pasien positif sebanyak delapan orang. Jadi total yang positif covid-19 dari Sidrap sebanyak 10 orang. Dua dinyatakan sembuh,” ucapnya.
Tim penanganan covid-19 juga telah menerima hasil swab enam dari delapan PDP di RSUD Arifin Nu’mang. Mereka yang juga merupakan klaster umrah dinyatakan negatif covid-19.
Dengan demikian, sebut Ishak Kenre, sudah ada 20 orang dari 29 PDP yang dirawat di Rumah Sakit Arifin Nu’mang dan merupakan klaster umrah dinyatakan negatif swab.
Untuk delapan orang baru positif covid-19, tujuh di antaranya merupakan eks jamaah umrah dan dirawat di RS Arifin Nu’mang. Sementara satu lainnya dirawat di RS rujukan Makassar.
”Untuk saat ini ada tujuh orang PDP, ditambah seorang pasien lama yang dinyatakan positif berdasarkan hasil pemeriksaan swab. Totalnya tercatat delapan orang positif,” terangnya.
Hingga saat ini, RS Arifin Nu’mang telah memulangkan enam PDP yang dinyatakan negatif, dengan catatan berlanjut isolasi mandiri di rumahnya. ”Untuk enam orang di RS Arifin Nu’mang ini menjalani isolasi mandiri dirumah,” ucap Ishak.
Khusus untuk orang dalam pemantauan (ODP) di Sidrap, tercatat sebanyak 77 orang, dan 16 PDP. Lima di antaranya dinyatakan telah sehat.
Pemkab Sidrap, menurut Ishak, sangat serius dan terus memberikan pelayanan terbaik dalam menangani wabah covid-19. Karenanya, ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap menjalankan sosial distancing serta phisical distancing dalam rangka memutus mata rantai penularan covid-19
Selain itu, Ishak Kenre juga tak hentinya mengingatkan masyarakat yang masih sehat agar terus mempertahankan pola hidup bersih “Intinya, pemerintah tidak akan tinggal diam. Pemerintah akan memberikan pelayanan terbaik dalam menangani Covid-19 ini,” tandasnya.
Jaminan Relawan
Di tengah mewabahnya covid-19, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidrap menjalin kerja sama dengan BPJamsostek. Kedua belah pihak bersepakat untuk memberikan jaminan bagi semua relawan penanganan covid-19 di daerah ini.
Hal itu diketahui setelah kedua instansi menyerahkan kartu peserta bagi relawan covid-19 Sidrap, Senin (6/4). Kartu tersebut sebagai bukti relawan covid-19 yang terdata BPBD, telah dijamin oleh BPJamsostek apabila terjadi risiko kecelakaan kerja atau meninggal dunia.
Dandim 1420 Sidrap Letkol JP Situmorang yang juga wakil ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sidrap menerima secara simbolis kartu peserta itu. Ia berharap, dengan adanya perlindungan dari BPJamsostek mendorong para relawan covid-19 Sidrap bekerja dengan lebih tenang.
“Terima kasih BPJamsostek, semoga ini menjadi penyemangat para relawan dalam menangani penyebaran covid-19 di Sidrap,” ujar Situmorang.
Kepala BPJamsostek Sidrap, Arfandi Nur menyampaikan, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian kepada para relawan covid-19 sebagai bukti bahwa BPJamsostek bersama pemerintah dalam memerangi covid-19.
“Ini merupakan salah satu bentuk dukungan Kami kepada pemerintah dalam mencegah penyebaran covid-19 di Sidrap,” jelasnya.
Dipaparkannya, jika terjadi risiko kecelakaan kerja selama relawan menjalankan tugas, maka biaya pengobatan menjadi tanggung jawab BPJamsostek. Atau, bila ada relawan yang meninggal selama aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, maka ahli warisnya berhak mendapatkan santunan JKM sebesar Rp42 juta.
“Kami tidak berharap ada relawan yang meninggal atau mengalami kecelakaan kerja, namun risiko tidak dapat kita hindari. Sehingga jika hal tersebut terjadi, maka BPJamsostek siap memberikan apa yang menjadi hak para relawan covid-19 yang telah terdaftar menjadi peserta sejak April 2020,” papar Arfandi.
Kepala Pelaksana BPBD Sidrap, Siara Barang pada kesempatan tersebut memberikan apresiasi kepada BPJamsostek yang mengambil peran bersama pemerintah menangani covid-19. (ady/b)
