Site icon Berita Kota Makassar

Puncak Pandemi di Sulsel Diprediksi Akhir Mei

MAKASSAR, BKM — Puncak pandemi covid-19 di Sulsel diprediksi berlangsung akhir Mei, dengan jumlah kasus 80.000 lebih. Perkiraan itu diperoleh Tim Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Departemen Stastitika, serta Departemen Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Hasanuddin (Unhas).
Ketua Tim Modeling Unhas Ansariadi,PhD mengatakan estimasi ini telah diperhitungkan oleh tiga tim departemen Unhas lewat metode referensi dan data yang ada di dunia saat ini. Diperoleh kesimpulan bahwa tanpa ada intervensi (baseline), perkiraan jumlah kasus positif di Sulsel adalah 143.390 orang. Yang butuh masuk rumah sakit sebanyak 28.678 orang. Sementara perkiraan jumlah yang memerlukan penanganan intensif sebanyak 5.736 orang.
“Perlu kami sampaikan laporan estimasi covid-19 ini kami perkirakan atau prediksi dinamika pertambahannya di Sulsel dari awal pengamatan tanggal 19 Maret 2020. Hasilnya, puncak pandemi akan terjadi di akhir bulan Mei dengan jumlah kasusnya mencapai 80 ribu. Kemudian puncak pertambahan kasus baru diperkirakan terjadi pada hari ke-30,” jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu (8/4).
Berdasarkan pengamatan awal tanggal 19 Maret tersebut, dinamika perubahan jumlah kasus covid-19 di Sulsel akan terus naik pada hari ke-20 hingga hari ke-40, dengan puncaknya ada di hari ke 30. Memasuki hari ke 50 kasus covid-19 akan menunukkan kurva yang kembali normal. Perkiraan total yang asymptomatic atau gejala ringan akan mencapai kasus sebanyak 70ribu hingga 80 ribu orang.
“Jika kita melihat lewat dua metode yang kami ambil, hasil estimasi parameter data kasus total di Sulsel mencapai 81,999 orang. Intepretasinya sedikit di bawah kasus China, di mana tebakan awalnya kasus di China sebanyak 82.000 orang. Hal inilah yang kami sampaikan dan bisa membantu menyiapkan informasi ini ke Tim Gugus Covid 19 Sulsel,” terangnya.
Selain itu, tim menggunakan dua metode yakni estimasi jumlah total kasus berdasarkan estimasi attack rate dalam populasi. Itu dihitung dari estimasi attack rate scenario 1,6 persen, 20 persen dan 30 persen (ECPDPC, 2020).
Kemudian metode kedua modeling kurva peningkatan kasus Richard’s Curve. Dengan jumlah penduduk Sulsel 8,851,240 dan data positif covid-19, yang dilihat dari ketersedian tempat tidur, ICU, dan ventilator.
Lewat prediksi kasus ini, diharapkan pemeritah mempunyai bayangan seperti apa besaran masalah yang akan dihadapi selama pandemi global itu merebak. Sehingga, bisa dilakukan persiapan berupa logistik yang dibutuhan untuk menghadapi masalah tersebut. (ita)

Exit mobile version