MAKASSAR, BKM – Pemerintah Kota Makassar kembali akan mengalokasikan anggaran untuk penanganan covid-19.
Jika sebelumnya, melalui refocusing anggaran, Pemkot Makassar menyiapkan Rp30 miliar, di tahap kedua, tidak tanggung-tanggung, anggaran yang disiapkan sebesar Rp143 miliar.
Menurut Sekretaris Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Makassar, Rahmat Mappatoba, anggaran tersebut diambil dari sisa anggaran Silpa yang tidak terpakai pada tahun anggaran 2019 lalu atau Silpa.
Anggaran ini kata dia, untuk dibagikan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Kesehatan Makassar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Makassar, dan Dinas Sosial.
Menurut Rahmat, alokasi anggaran tahap kedua ini, akan fokus pada sisi sosial, atau mereka yang terkena dampak atas kebijakan physical distancing yang diterapkan oleh Pemkot Makassar.
Dinilai dengan kebijakan ini, banyak pihak yang terdampak khususnya para buruh harian, serta masyarakat pra sejahtera.
“Jadi sebagian besar dana penanggulangan yang kita gelontorkan dalam penanggulangan covid 19 tahap dua ini, fokus pada warga Makassar yang terdampak,” kata mantan Kabid PHI Disnaker Makassar ini.
Meski begitu lanjut Rahmat, Pemkot Makassar juga tidak mengenyampingkan sektor kesehatan khususnya pengadaan alat medis, dan alat pelindung diri bagi perawat.
Adapun penggunaan anggaran Silpa ini kata Rahmat, dimungkinkan sudah bisa digunakan pekan ini.
Tak hanya itu, Pemkot Makassar juga rerencana melakukan refocusing anggaran Pemkot Makassar, untuk tahun anggaran 2020.
Untuk refocusing anggaran masih tahap kajian antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersma Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Kita berupaya agar keputusan terkait alokasi anggaran melalui recofusing ini segera terealisasikan. Ini agar virus Corona ini bisa ditangani secara massif,” ujar Rahmat. (rhm)
