BARRU, BKM — Bupati Barru Suardi Saleh menjelaskan anggaran tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 mencaoai Rp 20 milyar lebih. Suardi saat menggelar konferensi pers di Media Center, akhir pekan lalu secara terbuka menyatakan anggaran sudah ditotalkan sesuai nilai anggaran peralihan (refocusing) dari seluruh OPD. Besarannya mencapai Rp 27,1 milyar.
Bupati juga membeberkan besaran anggaran refocusing sebesar Rp 27,1 milyar untuk percepatan penanganan covid-19.
“Dana dikumpulkan dari pengalihan anggaran setiap OPD yang tertuang dalam APBD 2020 senilai Rp 25,5 milyar lalu ditambah dengan anggaran tak terduga sejumlah Rp 1,6 milyar,” ucap Suardi.
Menurutnya, setiap OPD akan mengalihkan pos anggaran dari perjalanan dinas selama tiga bulan, biaya diklat dan dana dari pengadaan barang dan jasa.
“Penggunaan anggaran penanganan covid-19 dilakukan secara berhati-hati. Semoga situasi covid-19 tidak akan berkepanjangan,” jelasnya.
Dia menambahkan jika pihak desa juga bisa memanfaatkan dana desa untuk pencegahan covid. Apalagi ada tiga sektor yang akan menjadi fokus dalam penggunaan dana ini yakni penanganan sektor kesehatan, dampak ekonomi dan jaring pengaman sosial.
Kepala Dinas Pengelola Anggaran Keuangan Daerah( DPKAD), Abubakar merinci penanganan kesehatan meliputi pembelian alat kesehatan dan obat-obatan dialokasikan sebesar Rp 7 milyar.
Sedangkan bantuan untuk yang terdampak ekonomi sebesar Rp 10,4 milyar. Sementara bantuan jaring pengaman sosial akan diberikan kepada keluarga kurang mampu sebesar Rp 600 ribu pèrbulan.
“Sebagai penerima dari jaring pengaman sosial yakni yang masuk sebagai keluarga miskin berdasarkan basis data terpadu yang totalnya mencapai Rp 7,2 milyar,” kata Abubakar.( udi)
Anggaran Covid-19 Rp 27,1 M
