Site icon Berita Kota Makassar

Disnaker Sulsel Rampungkan Data Warga

MAKASSAR, BKM–Janji Presiden, Joko Widodo untuk memberikan kartu prakerja dan memberi insentif bagi pengangguran akhirnya terealisasi. Program ini dirancang untuk pengembangan kompetensi berupa bantuan biaya yang ditujukan untuk pencari kerja.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinisi Sulawesi Selatan, Andi Darmawan Bintang, mengaku, masih sedang merampungkan data-data tenaga kerja yang di PHK (pemutusan hubungan kerja) dan dirumahkan sejak pandemi ini. Data terakhir, sebanyak 9.200 pekerja yang terdampak.
“Jadi sekarang tetap jalan pendataan sampai hari Jumat lalu, 8.900 lebih orang yang dirumahkan, 152 ada yang ter PHK. Itu dari 13 kabupaten di Sulsel,” kata Andi Darmawan Bintang, Minggu (12/4).
Untuk kartu pra kerja ini, Darmawan Bintang membeberkan, Sulsel mendapat jatah 158.936 kartu pra kerja. Namun ia berharap pendaftar di Sulsel tidak mencapai kuota yang telah diberikan, pasalnya kata Darmawan banyaknya kuota bukan kebanggaan bagi suatu daerah, melainkan pertanda melemahnya perekonomian di wilayah tersebut.
“Kalau tidak salah kuota kita peringkat ke lima atau enam. Tentu kita tidak boleh bangga. Makin sedikit yang daftar menunjukkan bahwa perekonomian kita bagus,” jelasnya.
Setelah proses pendaftaran berkahir nantinya, pihak Disnaker akan melakukan seleksi atau verifikasi terkait layak tidaknya pendaftar menerima bantuan tersebut.
“Kita lakukan verifikasi berjenjang, tentu verifikasinya paling akhir di pusat atau Kemnaker,” ucapnya.
Adapun syarat umum untuk mendapatkan kartu sakti tersebut antara lain WNI, usia minimal 18 tahun, tidak menjalankan pendidikan formal. Ada tiga golongan yang berhak mendapatkan bantuan ini, yakni pencari kerja, pekerja yang di PHK/dirumahkan, oeekrja yang mau meningkatkan potensi.
“Dulu untuk pencari kerja, tapi sekarang diprioritaskan uang diPHK atau dirumahkan sejak adanya covid,” ujar Darmawan.
Kata Darmawan, pekerja yang gagap teknologi atau memiliki keterbatasan internet tidak usah khawatir. Saat ini pemerintah pusat sedang merancang mekanisme dan aturan mainnya. Pihak Disnaker juga akan berupaya memberikan pendampingan untuk mempermudah para penerima kartu prakerja.
Adapun rincian untuk masing-nasing penerima ialah Rp3.550.000 rupiah. Namun nilai tersebut tidak sepenuhnya akan diterima masyarakat. Yakni 1 juta dialokasikan untuk biaya pelatihan, Rp150 ribu untuk biaya survey oleh lembaga yang ditunjuk pemerintah, dan uang yang akan diterima langsung masyarakat senili Rp600 ribu selama empat bulan berturut-turut (total Rp2.400 ribu).
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, mengatakan, wabah covid yabgbterus menyebar mengakibatkan aktivitas perekonomian menjadi tersendat dan berdampak pada tenaga kerja.
“Saat ini kartu pra kerja diproritaskan bagi bapak ibu yang terkena pemutusan kerja atau dirumahkan. Ini adalah program dari pemerintah pusat untuk menentukan bantuab pelatihan online, insentif uang saku, dan akan mendapat sertifikat di akhir pelatihan,” kata Nurdin.(nug)

Exit mobile version