Site icon Berita Kota Makassar

Produksi APD Face Shield Mask 30 Unit per Hari

BANTAENG, BKM — Upaya untuk ambil bagian dalam mencegah penyebaran wabah covid-19 terus ditunjukkan berbagai kalangan. Ada yang menjahit sendiri ribuan masker lalu menyumbangkannya. Ada pula yang mengumpulkan donasi, serta aksi sosial lainnya.

AKADEMI Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng merupakan lembaga pendidikan tinggi vokasi di industri manufaktur yang berada di bawah naungan Kementerian Perindustrian. Perguruan tinggi yang populer dengan sebutan Akom ini satu-satunya yang memiliki kampus sendiri di Bantaeng.
Rupanya, selain mencetak calon tenaga kerja untuk dunia industri, Akom juga proaktif memberikan sumbangsih sosialnya kepada pemerintah. Terkini, Akom bekerja sama Pemkab Bantaeng berkolaborasi dalam rangka mencegah penyebaran covid-19. Caranya, dengan memproduksi alat pelindung diri (APD) berupa face shield mask atau pelindung wajah.
Direktur AKOM Zainal Abidin, Sabtu (12/4) mengatakan, pihaknya memproduksi APD sebanyak 30 unit perhari. ”Kami menggunakan alat 3D printing untuk memproduksi APD jenis face shield. Untuk kegiatan ini kami bekerja sama Pemkab Bantaeng. Setiap hari kami produksi 30 unit,” ujarnya.
Ditambahkannya, produk APD tersebut akan didistribusikan ke rumah sakit rujukan di Makassar. “Menurut rencana, APD yang diproduksi tersebut akan sidistribusikan ke rumah sakit rujukan di Makassar,” imbuhnya.
Bupati Bantaeng, Dr Ilham Azikin yakin kalau peralatan tersebut dapat membantu tenaga medis yang ada di Bantaeng dan sekitarnya. Dia berharap, APD produksi Bantaeng bisa membantu meringankan beban kebutuhan APD.
Di tengah pandemi covid-19 yang tengah berlangsung saat ini, APD menjadi salah satu kebutuhan medis yang paling mendesak. Hanya saja sangat sulit untuk mendapatkannya. Sama halnya dengan APD lainnya, seperti baju hasmat serta masker. (wam/c)

Exit mobile version