PEMERINTAH Kota Makassar terus melakukan pendataan jumlah warga yang terdampak pandemi covid-19.
Hingga saat ini, menurut Kepala Dinas Sosial Sulsel, Mukhtar Tahir, sudah ada 54 ribu KK terdata sementara yang akan menerima bantuan logistik dari Pemkot Sulsel. Angka itu diperkirakan akan terus mengalami peningkatan menyusul laporan jaring-jaring pengaman sosial masuk semua.
Menurut prediksi Mukhtar, daftar penerima bantuan bisa mencapai 60 ribu KK. Bahkan lebih.
Namun, jelasnya, bantun untuk warga yang terdampak covid-19 itu baru akan disalurkan mulai 21 April mendatang.
Kalaupun saat ini sudah ada yang dibagikan ke warga melalui Pemkot Makassar, seperti yang dilakukan Pj Wali Kota Makassar belun lama ini, merupakan bantuan sejumlah kalangan, baik organisasi maupun perorangan.
“Bantuan pemkot nanti mulai tanggal 21 April baru disalurkan ke warga terdampak Covid-19. Karna untuk penggunaan anggaran yang Rp 190 miliar belum ada SK dari Pak Pj Wali Kota. Perlu payung hukum untuk penggunaan anggaran. Karna yg dipake APBD. Jadi warga harap bersabar,” jelas Mukhtar.
Muhktar mengatakan, pihaknya sudah menentukan mana yang layak menerima sembako atau tidak setelah data valid dari tingkat RT/RW dan kelurahan sudah terkumpul semua.
Menurutnya, sembako tersebut tidak hanya diberikan pada kalangan tak mampu saja, tetapi juga warga berdomisili di Makassar yang kehilangan penghasilan selama mewabahnya covid 19.
Adapun kriteria yang layak mendapat bantuan, menurut Muhtar, misalnya berpenghasilan cukup hingga ke perekonomian ke bawah. Bahkan, karyawan yang tempat kerjanya ditutup sementara.
“Kita sudah data semua, yang mendapat bantuan itu pekerja harian, karyawan rumah makan yang tutup, ojek online, pedagang asongan, pemulung difabel, juru parkir, supir angkutan anak sekolah, tukang becak, karyawan hotel, termasuk pekerja media atau wartawan juga yang sehari-hari liputan,” ungkapnya.
Untuk mekanisme pembagian, kata Muhtar Tahir, pihaknya membentuk 4 tim disetiap kelurahan dan 14 PKSK dalam menyampaikan bantuan tersebut sesuai aturan standar operasional prosedur (SOP) untuk menyalurkan.
“Nanti masing-masing petugas di kelurahan setelah terima paket, 1 orang 25 paket untuk dibawah ke rumah warga didampingi dari TNI-Polri sehingga aman, juga sebagai bentuk transparansi kami,” kata dia.
Teknis penyaluran tersebut, menurutnya, sangat efektif agar supaya menghindari kerumunan warga pada saat bantuan berupa sembako itu dibagikan ke masyarakat di Kota Makassar. (rhm)
Sudah 54 Ribu KK yang Terdata
