MAKASSAR, BKM–Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menerima paket sembako dan alat pelindung diri (APD) dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan swasta.
Adapun bantuan dari BUMN, terdiri dari satu ton beras dan 100 paket APD dari PT PLN, 214 paket sembako dari PT Pegadaian, sedangkan PT. Tonasa memberikan bantuan berupa uang sebesar Rp 100 juta.
Selanjutnya, adapula bantuan dari Dinas Pendidikan Sulsel berupa 1.500 paket sembako dan 3.500 masker. Tak ketinggalan Grab, menyerahkan empat unit wastafel.
Atas bantuan tersebut, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada BUMN dan swasta lainnya, yang telah turut membantu menghadapi situasi Covid-19 ini.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada BUMN khusus PT PLN yang hari ini, dan kemarin-kemarin telah memberikan perhatian yang sungguh besar terhadap masalah yang sangat sulit yang dihadapi bangsa kita khususnya Sulawesi Selatan,” ungkapnya Nurdin.
Bantuan ini dikatakannya, tentunya akan disalurkan melalui gugus tugas Covid-19. Untuk APD sendiri akan diberikan kepada tenaga kesehatan dan masyarakat umum. Sementara untuk paket sembako akan diberikan kepada masyarakat yang kena dampak dari Covid-19.
“PLN punya kepedulian memberikan bantuan untuk penyambung hidup masyarakat kita. Yang kedua, melindungi para perawat kita, para dokter kita, dengan pengadaan APD,” katanya.
“Oleh karena itu, sekali lagi atas nama rakyat, pemerintah provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan terimakasih. Mudah-mudahan apa yang kita rasakan sekarang ini bisa selesai dalam waktu cepat, sehingga kehidupan kita bisa normal kembali, bisa bekerja dan membangun ekonomi kita,” harapnya.
Sesaat setelah itu, Pemprov Sulsel membantu 1.000 Alat Pelindung Diri (APD) dan 500 alat rapid test untuk RSUD di Kota Makassar. Bantuan ini disediakan khusus untuk menangani pasien Covid-19.
“Kita datang, kita lihat apa yang kurang. Kita tambah APD seribu, kita kasi rapid test, untuk awal kita kasi lima ratus, dan kita berharap dengan teknologi yang dimiliki rumah sakit ini, sudah bisa juga untuk melakukan uji laboratorium awal sambil menunggu resminya dari BLK,” ungkap Nurdin.
Olehnya itu, Nurdin memberikan dukungan penuh kepada Pemkot Makassar karena sudah menyediakan ruangan khusus pasien Covid-19.
“Kita apresiasi Makassar telah diam-diam mempersiapkan rumah sakit khusus Covid-19. Kita bisa lihat kesiapan rumah sakit ini, walaupun bed nya hanya 30. Tetapi ini betul-betul integriti mulai perawatan PDP, positif. Yang paling penting, ruangan ICC nya yang sangat luar biasa saya kira,” jelasnya.
Menurut dia, ruangan di RSUD Kota Makassar ini sudah masuk standar WHO. Dan RSUD ini sudah siap untuk melayani pasien Covid-19.
“Saya lihat memang standar WHO udah jalan, jadi kita tidak ragukan lagi bahwa rumah sakit Makassar ini sudah siap 100 persen untuk menerima pasien baik PDP maupun positif,” ungkapnya.
“Tapi kita berharap tentu dengan melihat fasilitas yang ada, saya yakin dari positif dan negatif itu pasti cepat, karena tempatnya sangat representatif dan saya yakin orang-orang isolasi disini betah, karena fasilitasnya sangat mantap,” pungkasnya.(nug)
Pemprov Terima Bantuan APD dari BUMN
