MAKASSAR, BKM — Di tengah merebaknya virus corona, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Makassar tidak hanya konsen pada pemenuhan layanan distribusi air minum, namun juga akan memberi subsidi kepada pelanggannya.
Manajemen perusahaan akan memberikan dispensasi khusus atau pembebasan pembayaran kepada pelanggan R1 (rumah sangat sederhana/masyarakat berpenghasilan rendah) dan R2 (rumah sederhana/ MBR) dari dampak covid-19 ini. Kebijakan tersebut berlaku mulai pembayaran Mei, Juni, dan Juli 2020.
“Jadi pemakaian bulan April biasanya dibayarkan Mei. Begitu juga bulan berikutnya,” ungkap Muhammad Rusli, Kepala Bagian Humas PDAM Kota Makassar.
Subsidi ini berlaku hanya untuk pemakaian sebesar 30 kubik. Jika melewati batas tersebut, maka pelanggan harus membayar kelebihan.
“Hal ini dilakukan agar pelanggan tetap hemat menggunakan air, meskipun gratis. Rata-rata pemakaian selama ini 20-25 kubik per rumah tangga per hari,” tambahnya.
Sementara itu, untuk pelanggan yang tinggal di rumah susun milik pemerintah juga diberikan potongan 50 persen untuk pembayaran rekening air. Untuk hotel dan mal diberikan keringanan penundaan pembayaran rekening air dan pembebasan denda keterlambatan.
“Penundaan ini sampai kondisi kembali stabil dan tidak ada denda,” ujarnya.
Persiapan Haji Tetap Berjalan
Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan memastikan persiapan penyelenggaraan haji tahun 2020 tetap berjalan. Hal ini sesuai hasil rapat Kanwil Kementerian Agama dengan seluruh pimpinan di jajaran Kemenag Provinsi Sulsel.
Salah satu poin yang dibahas dalam rapat tersebut adalah ketersediaan buku paket manasik haji online untuk jamaah calon haji yang akan disediakan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI.
“Mudah-mudahan dengan hadirnya buku paket manasik haji online ini, di samping untuk memantapkan persiapan manasik haji, juga sekaligus dapat memenuhi standar protokol social distancing dalam rangka mencegah pandemi virus Corona,” kata Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulsel Kaswad Sartono, kemarin.
Kaswad mengatakan, Kemenag Sulsel memastikan proses pelaksanaan ibadah haji dan umrah tahun 2020 ini tetap berjalan. Kemenag berkomitmen tetap memberangkatkan seluruh calon jamaah haji asal Sulsel, sembari menunggu kepastian dari pemerintah Arab Saudi.
“Persiapan dilakukan sembari menunggu keputusan otoritas Arab Saudi, yang masih memberlakukan larangan beribadah di tengah situasi pandemi covid-19. Sejalan kebijakan dan protokol penanganan dan mencegah menyebarnya pandemi virus corona, layanan dan persiapan operasional haji terus dilakukan,” tambahnya.
Hal lain yang dibahas dalam rapat koordinasi tersebut, lanjut Kaswad adalah pencapaian pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH). Sejak dibukanya pedaftaran pembayaran pada 19 Maret lalu, jamaah bertahap melakukan pelunasan.
Kemenag Sulsel sendiri mencatat jamaah yang telah melunasi BPIH mencapai 74 persen.
“Data berdasarkan data Siskohat kemarin, kuota haji Sulsel 7.272 orang, sudah melunasi 5.196 (74 persen) dan sisanya yang belum sebanyak 1.913 orang,” jelas Kaswad.
Tahun 2020 ini, kuota haji untuk Sulsel berkurang. Dalam catatan Kemenag Sulsel, kuota haji tahun ini hanya mencapai 7.272 orang. Angka itu turun dibanding tahun lalu yang berjumlah 7.296 orang. Kuota musim haji 2020 ini terdiri dari jamaah sebanyak 7.145 orang, petugas haji daerah 49 orang, lanjut usia 73 orang dan pembimbing KBIHU lima orang. (rhm-nug)
