Site icon Berita Kota Makassar

Pulang dari Jatim, Ratusan Santri Diawasi Ketat

MAROS, BKM — Kurang lebih 760 orang santri yang menuntut ilmu di Jawa Timur (Jatim), dalam waktu dekat akan kembali ke Sulsel. Mereka melalui beberapa pintu masuk, baik pelabuhan maupun bandara. Pemulangannya dilakukan secara bertahap.
Rabu pagi (15/4), sebanyak 176 santri tiba di Bandara Sultan Hasanuddin. Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah menyambut langsung kedatangan mereka. Sesaat setelah mendarat, petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) langsung melakukan rapid test terhadap mereka.
Nurdin Abdullah selaku ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel, mengatakan perlunya dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kedatangan para santri ini, dengan cara menjaga pintu masuk di pelabuhan dan bandara.
Kita ingin memastikan kondisi kesehatan mereka dengan cara melakukan rapid test langsung di bandara. Setelah itu kita akan mengirim datanya langsung ke kepala daerah, baik bupati maupun wali kota sebagai ketua gugus tugas,” ujarnya.
Dia menuturkan, dari hasil rapid test terhadap santri yang dilakukan di bandara, seluruhnya menunjukkan negatif. Meski begitu, kata mantan bupati Bantaeng dua periode ini, seluruh santri yang kembali ke daerahnya itu masih harus tetap menjalani isolasi mandiri.
“Setibanya di daerahnya masing-masing mereka semua tetap harus menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari, walaupun hasil rapid testnya semua negatif. Kita punya data mereka by name by address. Mereka harus menaati aturan ini, karena sudah memiliki komitmen,” tambahnya.
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Darmawali Handoko, mengatakan pemeriksaan penumpang pesawat dilakukan oleh beberapa tim relawan. Mereka tidak lagi hanya melakukan pengukuran suhu, namun juga rapid test. Peningkatan kewaspadaan ini berdasarkan arahan dari gubernur.
“Ada sekitar 18 orang relawan yang membantu pelaksanaan pemeriksaan rapid test. Karena memang ada beberapa petugas kami yang menjalani isolasi mandiri,” ujarnya.
Dia menjelaskan, seluruh santri yang baru pulang dari Jawa Timur maka akan dilakukan rapid test. Hal ini dikarenakan mereka semuanya berkelompok, dan sangat rentan penularan virus covid-19.
“Seluruh santri yang tiba wajib menjalani rapid test, karena mereka di sana berkelompok. Sangat mungkin terjadi penularan. Makanya kami memfokuskan pemeriksaan ke mereka,” tambahnya. (ari-nug/c)

Exit mobile version