Site icon Berita Kota Makassar

Borong Semua Suara, Prof Husain Oppo

MAKASSAR, BKM — Prof Husain Syam terpilih kembali (oppo) sebagai rektor Universitas Negeri Makassar (UNM). Seluruh suara senat UNM serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diborong dan diberikan kepadanya.
Melalui rapat senat tertutup pemilihan rektor UNM pada Rabu (15/4) di Menara Phinisi UNM, Husain mendapat 95 suara. Terdiri dari 62 suara senat dan 33 suara kementerian. Sementara dua calon lainya, Prof Ramli Umar dan Dr Tuti Supatminingsih, sepakat untuk memberikan suaranya ke Husain.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor UNM Prof Hamsu Gani, mengatakan pemilihan kali ini berbeda dengan sebelumnya. Karena dilakukan melalui e-voting (voting elektronik).
Dari 35 persen suara kementerian atau 33 suara, semua diberikan kepada Husain. Sementara calon lain yang sebelumnya mendapat masing-masing satu suara, sepakat memberikannya ke Husain.
“Dari kita (senat UNM), hadir semua 62 orang. Semua dukung Prof Husain. Tadi ada pengalihan suara. Ini demi kebersamaan dan persatuan,” terang Hamsu.
Sementara untuk pelantikan rektor terpilih, menurut Hamsu, pihaknya masih menunggu arahan dari kementerian. “Yang pastinya, periode pertama Prof Husain berakhir 17 Mei. Ketentuannya itu, satu bulan sebelum berakhir, sudah terpilih rektor periode berikut,” ungkapnya.
Pihak Kemendikbud sendiri diwakili oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kemendikbud RI Diah Ismayanti.
Rektor terpilih UNM Prof Husain Syam mengungkapkan rasa syukurnya atas terpilih kembali dirinya. Ia menegaskan, di periode keduanya, ia akan fokus membangun UNM menjadi kampus entrepreneur.
“Ke depan saya ingin antarkan UNM jadi kampus entrepreneur. Sesuai visi UNM, UNM sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan seni berwawasan kependidikan dan kewirausahaan,” paparnya.
Selama ini, ia menjelaskan telah mewajibkan seluruh mahasiswa dari D3 sampai S3 untuk wajib ada mata kuliah kewirahusahaan.
“Kita hadirkan prodi kewirausahaan. Banyak juga kita selama ini unit-unit kegiatan, untuk yang mau melahirkan startup,” katanya.
Kampus entrepreneur ini, dijelaskan Husain, supaya seluruh alumni UNM memiliki jiwa usaha. Bukan harus membuat usaha, tapi setidaknya akan ada sebagian dari alumni yang memiliki usaha.
“Misalkan ada 10 persen dari alumni yang membuat usaha, itu luar biasa. Selebihnya mau jadi apapun, harus tetap punya jiwa entrepreneur. Saya ingin misalnya jadi guru, politisi, birokrasi, itu harus miliki jiwa entrepreneur,” ungkap Husain.
“Itu adalah karakter berani mengambil keputusan dimanapun anda bekerja. Karakter ini selalu berinovasi, melakukan perubahan dari kondisi yang ada. Selalu punya kreativitas. Ini semua yang saya ingin hadirkan di jiwa seluruh alumni UNM,” tambahnya.
Jika ini terus diterapkan, maka Husain menyatakan, tidak akan ada lagi alumni UNM yang menganggur. Karena jika seorang alumni tidak mendapat lapangan kerja, maka sudah memiliki bekal untuk menciptakan lapangan kerja sendiri.
“Tentu inilah (kampus entrepreneur) yang merupakan mimpi besar saya,” tegas Husain.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) Andi Fajar Asti yang turut hadir, mengatakan optimis Prof Husain bisa mewujudkan visi dan misinya. Bagaimana Husain bisa melahirkan alumni-alumni yang punya jiwa entrepreneur. Sehingga bisa menjadikan UNM semakin maju.
“Semua belum cukup kalau hanya menjiwai, tapi betul-betul keluar dari kampus punya skill. Jadi ketika masuk ke masyarakat, dia punya sesuatu yang dilakukan sehingga melahirkan karya nyata di masyarakat. Saya kira beliau punya kepemimpinan yang kuat, bisa mewujudkan itu,” jelasnya.
Di periode kedua ini, Fajar pun optimis UNM bisa disempurnakan. Ia juga mengatakan Aspeksindo siap untuk membangun kerjasama dengan UNM.
Melalui visi besar Husain yang berani menggagas kerjasama antar lembaga, termasuk pemerintah dan swasta, Fajar mengatakan Aspeksindo membuka pintu yang seluas-luasnya membuka pintu kerjasama dengan UNM untuk mewujudkan visi besar indonesia sebagai pusat maritim dunia.
“Saya kira UNM juga punya perspektif maritim yang besar untuk membangun dunia. Saya melihat beberapa gagasan dosen UNM untuk mengarah kesana,” tutupnya. (nug)

Exit mobile version