MAKASSAR, BKM — Berdasarkan aturan, masa kerja seorang Penjabat (Pj) Wali Kota adalah setahun. Selanjutnya, gubernur sebagai perpanjangan tangan pemerintah di daerah bisa mengganti ataupun mempertahankan seorang penjabat berdasarkan penilainnya. Apakah berhasil memimpin sebuah daerah atau tidak.
Mengacu pada aturan yang ada, artinya masa jabatan Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb akan berakhir Mei mendatang.
Beberapa hari terakhir, beredar informasi jika Pemprov Sulsel sudah mengajukan tiga nama ke Kementerian Dalam Negeri untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di Kota Makassar.
Ada dua versi yang beredar. Pertama, adalah Kepala Bappelitbangda Sulsel Prof Yusran, Kepala Dinas Pariwisata Denny Irawan, dan Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Prof Rudy Djamaluddin.
Versi lain menyebutkan, tiga nama yang terkirim adalah Kepala Bappelitbangda Sulsel Prof Yusran, Kepala Dinas Pariwisata Denny Irawan, dan Iqbal Suhaeb.
Terkait informasi yang beredar, Iqbal menegaskan jika dirinya tidak mempersoalkan hal tersebut.
“Saya hanya seorang staf gubernur. Jika Pak Gub ingin mengganti saya, saya legowo,” ungkapnya, Rabu (15/4).
Menurut dia, sebagai Pj Wali Kota Makassar, ia telah melaksanakan program kerja daerah, sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang ada.
Menjabat Pj Wali Kota Makassar, sejak 13 Mei 2019 hingga saat ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Iqbal.
Selain bisa melayani langsung setiap aspirasi masyarakat, dia juga telah membangun komunikasi dengan sejumlah mitra kerjanya seperti legislatif, TNI dan Polri, lembaga kepemudaan hingga Ormas.
Di Pemkot Makassar, program yang dilaksanakan Iqbal bertajuk RUN Makassar.
Run Makassar, ini memiliki tiga kata kunci, Clean, Comfort, dan Continuity. Clean City.
“Comfort ini memberikan kenyaman bagi orang yang tinggal di Makassar. Continiu program atau keberlangsungan program.
Mengapa clean, kita semua tahu itu penting, Makassar terakhir gagal raih Adipura, dan bagaimanapun juga salah satu masalah utama di Makassar adalah sampah. Begitupula comfort, kita mau Makassar nyaman, baik bagi orang yang tinggal, pengendara, maupun pendatang,” katanya.
Ia mengungkapkan, untuk menjadi Pj Walikota Makanan harus bekerja cepat, olehnya ia berprinsip kerja dengan prinsip run Makassar.
Menurut mantan Kasatpol PP Sulsel ini, alasan kenapa sehingga ia menenapa menyebutkan harus kerja cepat? Itu karena, Makassar adalah daerah transit.
Didaerah transit itu membutuhkan kerja cepat, bersih, dan pelayanan yang smart.
“Semisal, kita mau lewat di trotoar tapi banyak penjual itu kan menghalangi hak pejalan kaki. Itu semua mau di bersihkan,” katanya.
Masalah banjir, dan macet juga menjadi perhatian Iqbal. Salah satu solusinya denan melibatkan semu pihak dalam menuntaskan persoalan ini.
Untuk menuntaskan kemacetan, pemerintah bisa mengajak masyarakat untuk memanfaatkan transportasi massal yang ada di kota Makassar, begitu pun dengan banjir. Melibatkan unsur masyarakat adalah hal yang sangat efektif.
“Misal kita turun ke masyarakat, mengajak dan sama-sama membersihkan saluran lingkungan. Jangan kita sendiri-sendiri,” katanya. (rhm)
Iqbal Legowo Jika Diganti Jabat PJ Wali Kota
