Site icon Berita Kota Makassar

Miris, Masih Ada Guru PAUD Terima Honor Rp100 Ribu

MAKASSAR, BKM–Menjelang peringatan Hari Pendidikan yang jatuh tanggal 2 Mei, masih saja dunia pendidikan menemui berbagai persoalan. Salah satunya yang paling miris adalah masih ditemukannya guru yang mengajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) seperti TK menerima honor Rp100 ribu per bulan.

Padahal, pendidikan terhadap anak usia dini sangat penting untuk persiapan karakter anak masa depan. Sebab pada usia tersebut otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Artinya para tenaga pengajar di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat menentukan karakter si anak sebelum melanjutkan pendidikan tingkat dasar. Namun sayang beratnya beban guru PAUD tersebut tidak dibarengi dengan pendapatan yang mereka terima.
Koordinator Lembaga PAUD Institute, Ahmad Tajuddin, saat bertandang ke redaksi BKM, Rabu (15/4), membenarkan jika masih banyak guru PAUD hanya menerima honor Rp100 ribu per bulan. Bahkan honor mereka hanya diberikan oleh pemilik yayasan yang mendirikan sekolah taman kanak-kanak (TK) bukan bersumber dari pemerintah.”Sebenarnya yang paling terpapar dari wabah virus corona saat ini yakni guru PAUD.Karena disamping terbebani regulasi dan kebijakan dari pemerintah untuk membuat karakter anak lebih baik, sementara kesejahteraan mereka minim,” ujar Ahmad.
Bahkan, kata Ahmad, ada sekitar ratusan guru PAUD di Kota Makassar dari 830 lembaga PAUD yang terdaftar di Dinas Pendidikan Kota Makassar membutuhkan dukungan dari pemerintah dan swasta.”Selama ini guru PAUD menggantungkan honor dari pembayaran SPP setiap anak. Tapi kalau libur seperti ini otomatis mereka tidak menerima honor. Olehnya itu, pemerintah harus memikirkan adanya dana sertifikasi yang diberikan ke guru PAUD seperti guru SD dan SMP.Tapi kalau harus ada persyarakat pendidikan linear, pasti mereka sulit, karena harus kuliah pendidikan PAUD. Sementara dana untuk kuliah kembali mereka mau ambil dari mana,” jelasnya.
Memang diakui, Ahmad, ada bantuan dana dari pemerintah untuk setiap anak Rp600 ribu per tahunnya, tetapi dana itu tidak bisa digunakan untuk membayar honor guru PAUD. Berbeda dengan dana BOS dari SD dan SMP yang bisa dipakai 50 persen untuk membayar insentif guru honor mereka.
tidak untuk honor guru. sekali setahun per anak 600 ribu.
Untuk itu, tambah Ahmad, pihaknya terus memperjuangkan kesejahteraan anggotanya. Dirinya akan terus mengusulkan insentif tersebut karena menginginkan ada sedikit penghargaan kepada para guru PAUD.
“Saya sangat berharap sekali ada penghargaan untuk guru PAUD. Kami tidak menuntut budget, berapapun mau 3 bulan sekali, 6 bulan sekali tidak apa-apa, asalkan ada penghargaan dari pemerintah dan menganggap guru PAUD benar-benar dianggap,” harapnya.
Sementara salah seorang guru PAUD, Rahma mengakui, ia masih menerima honor Rp150 ribu per bulan. Tergantung dari jumlah murid yang diajar.
“Kami berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan lagi guru-guru PAUD, RA, TK yang telah mengajarkan akhlak anak-anak kita sejak dini. Anak sekarang pastilah lebih nurut gurunya daripada orang tuanya di rumah. Karena kebanyakan anak sekarang lebih sering bersama guru dibanding orang tuanya sendiri,” tegasnya.(war)

Exit mobile version