PAREPARE, BKM — Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe meminta wragana untuk tidak panik dengan adanya seorang warga Sidrap status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia di Rumah Sakit Andi Makkasau Parepare Kamis (16/4) pagi.
Meski berstatus PDP tapi pemulangan hingga pemakaman dilakukan sesuai protokol covid-19.
Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19, Taufan Pawe mengimbau warga tidak perlu takut berlebihan atas meninggalnya pasien tersebut. Selain belum dipastikan pasien positif, perlakuan yang diberikan sesuai protap corona.
“Saya mengimbau kepada warga agar tidak perlu panik dengan informasi yang beredar. Pasien yang meninggal merupakan warga Sidrap, yang baru masuk di RSUD Andi Makkasau, kemarin pagi. Walaupun masih berstatus PDP yang belum dipastikan apakah positif, namun kami lakukan pemulasaran layaknya pasien positif Corona,” jelas Taufan.
Terpisah, Direktur RSUD Andi Makkasau, dr Renny Anggraeni Sari membenarkan pasien asal Sidrap berstatus PDP yang didiagnosa pneumonia bilateral + hemoragik stroke ec aneurisma aorta.
“Pasien yang meninggal memiliki cacar air tapi karena infeksi jadi miningitis. Kami mendiagnosa dengan penyakit pneumonia bilateral + hemoragik stroke ec aneurisma aorta. Pasien sesak dan demam tapi tidak batuk. Karena pasien statusnya PDP dan meninggal dunia jam 07.33 pagi . Kami rawat satu hari, karena kemarin pagi baru masuk,” urai Renny.
Dari Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Parepare mempersiapkan pengantaran jenazah ke Kabupaten Sidrap.”Tiba disana akan dijemput Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sidrap,” tandasnya. (mup/C)
Wali Kota Imbau Warga tidak Panik
