Site icon Berita Kota Makassar

PKPI Semakin Selektif Tentukan Usungan di Toraja

MAKASSAR, BKM–Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sulsel akan selektif dalam mengusung bakal calon bupati di Tana Toraja.
PKPI ingin melihat bakal calon yang diusung nantinya dapat membesarkan partai yang dibentuk oleh Try Sutrisno ini.
“Kalau di Tana Toraja kita belum tentukan usungan karena kita ingin melihat calon kepala daerah yang konsisten terhadap PKPI kedepan jika dia terpilih,”ujar Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI Sulsel Suzanna Kaharuddin.
Dirinya memberikan alasan karena pada Pilkada 2015, dia telah mengusung Nicodemus Biringkanae-Victor Datuan Batara sebagai penantang petahana dan dia telah berjanji akan membesarkan partai pengusung yakni Demokrat dan PKPI, namun kenyataan dua pasangan ini lebih memilih meninggalkan partai pengsungnya dan memilih partai lain.
“Sekiranya tidak ada PKPI mungkin pak Nico dan pak Victor tidak maju,” ucapnya.
Mantan anggota DPRD Sulsel ini dua periode ini menceritakan pada tahun 2015 lalu, ketua umum PKPI, Isran Noor merekomendasikan petahana Theofilus Allorerung. Tapi dia sebagai ketua PKPI Provinsi juga memperjuangkan Nico-Victor.
“Saya perjuangkan pak Nico-Victor sampai jam satu malam, saya juga sampaikan kepada ketum waktu itu (Isran Noor) dan saya melawan dan saya pertarukan jabatan saya demi pak Nico-Victor,” ujarnya.
Tapi kenyataannya Nico-Victor meninggalkan Demokrat dan PKPI sebagai partai pengusung dia. “Seharusnya PKPI tidak dilupakan karena karena PKPI dia (Nico-Victor) jadi bupati dan wakil bupati.
Demokrat aja dia (Victor) tinggalkan,” curhatnya.
Yang membuat PKPI juga kecewa lantaran kursi PKPI menurut dari 3 kini tinggal 1 kursi saja. “PKPI malah tidak diperhatikan saat dia menjadi bupati (Nico-Victor), buktinya kursi kita tahun 2015 lalu ada tiga tapi saat ini tinggal satu kursi,” bebernya.
Dengan ini, Suzanna telah meminta pengurus yang ada di Tana Toraja untuk melihat bakal calon yang benar-benar ingin membesarkan partai, bukan hanya di mulut saja.
“Usungan kita Pilkada lalu sebagai pembelajaran, jadi Pilkada saat ini kita benar-benar mencari kandidat yang bisa perhatikan partai,”pungkasnya. (rif)

Exit mobile version