SOPPENG, BKM — ObjekWisata Permandian Air Panas Lejja Desa Bulue Kecamatan Marioriawa tak lagi berfungsi sebagai imbas dari penutupan objek pariwisata karena dampak virus corona. Para pedagang yang ada di kawasan itu terpaksa tutup untuk sementara waktu.
Salah seorang pedagang makanan Ruse (37) mengaku, telah menutup lapak dagangannya sejak beberapa pekan lalu. Hingga kini, selama kondisi belum normal dirinya dan pedagang lain belum bisa membuka kios tersebut karena biar dibuka tidak ada juga pembeli.
Mau buka gimana pak kan tidak ada pengunjung. Makanya kami tak bisa berbuat banyak, ” ujar Ruse kepada BKM, Minggu (26/4)
Para pedagang berharap covid-19 bisa segera berakhir dan keadaan ekonomi semua cepat pulih kembali. Apalagi sebentar lebaran idul fitritiba. ”Gimana kebutuhan sehari-hari terpenuhi kalau tutup terus,” tambahnya.
Bukan hanya itu Ruse juga menambahkan bahwa jika covid-19 tidak cepat cepat berakhir maka kerugian besar akan menanti karena dagangan khususnya minum dan makan kemasan sudah hampir kadaluarsa.
”Sekarang kami membagikan minuman secara geratis karena takutnya keburu kadaluarsa. Lebih baik dikasih orang dari pada nanti kadaluarsa,” tukas Ruse.
Sementara itu pengelola tempat wisata permandian air panas Lejja Hamka mengatakan sudah dua bulan tempat wisata ditutup. ”Kami tetap datang melakukan pembersihan meski dilakukan secara bergantian,” jelas Hamka. (ono)
Lejja Kosong, Pedagang Tutup
