MAKASSAR, BKM– Tidak hanya persoalan wabah covid-19 yang menjadi perhatian warga, aksi kriminalitas juga mulai meresahkan. Selama ramadan ini mulai marak aksi pencurian dan kebakaran. Salah contoh yang terjadi di daerah Alauddin dan Ratulangi.
Menyikapi hal itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar meminta camat dan lurah imbau untuk terus mawas diri.
Anggota Dapil I Kecamatan Rappocini, Makassar dan Ujungpandang, Zaenal Beta, mengatakan, pemerintah perlu melakukan pengawasan dan imbau kepada warga selama ramadan. Bukan hanya tentang penerapan PSBB melainkan maraknya kebakaran dan pencurian selama bulan ramadan ditambah kebutuhan masyarakat yang mendesak.
“Sempat terjadi dua kali mi kebakaran di dapil ku, seperti di Alauddin. Ini warga takut dengan virus, tapi jangan sampai juga lengah dengan bahayanya insiden seperti kemarin (kebakaran), ini kita takutkan jangan sampai memakan korban jiwa. Apalagi itu pencurian, orang mau beli ini itu tapi tidak punya uang karena tidak kerja juga, ada mi nekad mencuri ini semua tanggung jawab pemerintah untuk ingatkan,” ungkapnya, Rabu(29/4).
Selain itu, anggota Komisi A DPRD Makassar ini meminta camat dan lurah untuk menyebar surat imbauan untuk berhati-hati kebakaran dan pencurian saat ramadan. Karena insiden kebakaran dan pencurian banyak disebabkan karena kelalaian.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Makassar, Wahab Tahir juga mengungkapkan bahwa, di tengah wabah virus saat ini, warg tidak boleh lengah dengan berbagai tindak kriminal dan kewaspadaan kebakaran selama bulan ramadan. Olehnya itu, pihak camat dan lurah perlu menginstruksikan RT/RW untuk menginggatkan warganya untuk bahaya kebakaran dan pencurian di bulan ramadan.
“Memang selain kita diminta mawas diri terhadap kebersihan mencegah virus, kita juga harus mawas dengan berbagai aspek yang muncul yang juga akibat virus ini. RT/RW ini perlu kasih tahu warganya agar waspada selama bulan ramadan karena sering saya dapati warga lalai dan pemkot harus antisipasi hal itu terjadi,” ujarnya.(ita)
