GOWA, BKM — Seorang warga Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa dinyatakan positif terpapar covid-19. Pria berusia 50-an tahun ini telah menjalani uji swab dan terinfeksi virus corona.
Berdasarkan hasil swab tersebut, lelaki tersebut akhirnya dijemput tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Gowa, Minggu (3/5) pukul 11.00 Wita. Ia kemudian menjalani isolasi di RSUD Syekh Yusuf.
Sebelumnya, warga tersebut sempat menjalani perawatan selama dua hari di RSUD Syekh Yusuf. Dirinya didiagnosa sesak nafas. Setelah menjalani perawatan, kondisinya mulai membaik dan tidak diinfus lagi. Karenanya pihak keluarga meminta untuk pulang.
Sebelum kembali ke rumahnya, pasien ini menjalani rapid test dan hasilnya negatif. Sehingga pihak RS memperbolehkannya pulang. Sementara untuk uji swab (pemeriksaan lendir) yang telah dilakukan pihak medis, belum diperoleh hasilnya.
Pada hari Jumat (1/5), warga yang diklaim negatif covid-19 inipun sudah berada di rumahnya. Warga sekitar yang juga tetangganya semua khawatir dan resah, akhirnya berani mendatangi rumah lelaki tersebut karena menganggap tidak terlalu berisiko. Apalagi anak tirinya sempat mengamuk dan protes, tidak terima jika ayahnya disebut positif covid-19.
Namun, di hari Minggu (3/5) pukul 09.00 Wita, warga di Likukang kembali gelisah. Sebab berada informasi dari RSUD Syekh Yusuf yang mengabarkan hasil tes swab pria tersebut ternyata positif. Bahkan tak lama kemudian, Tim Gugus Tugas Covid-19 langsung melakukan penjemputan di rumahnya sekitar pukul 11.00 Wita.
Menggunakan ambulans khusus pasien covid-19 dan alat pelindung diri (APD) lengkap, lelaki tersebut lalu dibawa ke RS untuk menjalani isolasi. Warga sekitar pun menjadi khawatir, karena beberapa di antara mereka sudah sempat datang dan berinteraksi dengan pria tersebut untuk menunjukkan empati atas kesembuhannya kala itu.
Tetangga memperkirakan, korban terinfeksi covid-19 lantaran pekerjaan sehari-hatinya menjadi tukang ojek. Sementara istrinya berprofesi sebagai tukang pijat dan sering mendapat panggilan untuk mengurut.
Lurah Bontomanai Muh Rizal yang dikonfirmasi via WhatsApp, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Binmas dan Babinsa setempat untuk melakukan isolasi terhadap Jalan Likukang yang terletak di samping Mapolsek Bontomarannu.
“Iye, sudah dijemput tadi pagi (kemarin) oleh tim Gugus Tugas kabupaten dan menjalani isolasi di RSUD Syekh Yusuf. Untuk wilayah tempat tinggalnya, kita lakukan karantina wilayah dan sekarang sudah ditutupmi jalan masuk ke Jalan Likukang. Untuk sementara tidak ada warga boleh keluar. Demikian pula warga luar yang mau ke masuk,” kata Lurah Bontomanai.
Lurah Bontomanai mengatakan, sebaiknya pihak rumah sakit jangan dulu membolehkan pasien pulang jika hasil swabnya belum keluar.
“Kalau sudah begini jadinya, maka semakin banyak warga sekitarnya harus dipantau dan memungkinkan diawasi. Apalagi istrinya sempat terlihat pergi belanja di pasar karena pas hari Minggu hari pasar di Balang-balang. Seharusnya pihak rumah sakit tahan dulu, jangan dipulangkan sebelum hasil swabnya ada,” jelas Lurah Bontomanai yang mengaku belum sempat tidur sepulang menjemput paket sembako di Kodim 1409 Gowa pukul 05.00 Wita untuk dibagikan kepada masyarakat penerima bantuan sebelum PSBB dilaksanakan, Senin (4/5) hari ini.
Terkait aktivitas Masjid Miftahussaadah Balang-balang yang sampai kini masih juga ditempati salat magrib dan salat isya berjamaah oleh masyarakat yang lokasinya tidak jauh dari wilayah Likungan, Lurah Bontomanai mengatakan pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Binmas Polsek Bontomarannu agar dilakukan larangan buka untuk sementara.
Humas Gugus Tugas Covid-19 RSUD Syekh Yusuf Muh Taslim yang dikonfirmasi terkait status pasien lakilaki asal Bontomanai tersebut, membenarkan jika hasil swabnya positif.
“Awalnya memang hasil rapid testnya negatif, sehingga meminta pulang. Tapi setelah hasil pemeriksaan swabnya keluar, ternyata positif covid-19. Pasien sekarang sudah dijemput dan kini sementara dalam penanganan intensif tim medis covid-19,” kata Taslim yang dihubungi via telepon WhatsApp.
Pasien berkode 39C.04.5777 ini telah dijemput dan kini berada dalam pengawasan tim medis penanganan covid-19 RSUD Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa.
Terpisah, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan yang dikonfirmasi via WhatsApp membenarkan jika warga Bontomanai tersebut telah dijemput oleh petugas penanganan covid-19.
“Iya, sudah diambil oleh petugas untuk diisolasi. Sudah ditangani oleh tim. Saya hanya imbau masyarakat sekitar lokasi agar menjaga kesehatan, pakai masker, jaga jarak, tidak berinteraksi, jangan keluar rumah, rutin cuci tangan pakai sabun. Dan jangan panik. Ttap tingkatkan kewaspadaan dengan patuh pada imbauan pemerintah termasuk salat atau beribadah di rumah saja,” tegas Bupati Gowa.
Terkait masjid-masjid dekat lokasi tempat tinggal pasien tersebut, agar untuk sementara tidak buka dulu. Pihaknya pun telah menginstruksikan kepada Kemenag Gowa dan Camat Bontomarannu untuk segera mendatangi dan menutup masjid-masjid sekitarnya yang memungkinkan atau berpotensi menjadi sarana penyebaran virus corona yang ketika masih ada warga yang salat berjamaah.
“Mari kita sama-sama melawan corona dengan tinggal di rumah saja agar mata rantai penyebaran covid-19 bisa kita putuskan,” tambah bupati. (sar)