Site icon Berita Kota Makassar

NA Optimis Covid-19 segera Berakhir di Sulsel

MAKASSAR, BKM–Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah tetap optimis jika pandemi virus corona atau covid-9 segera berakhir di Sulsel. “Kita ingin kehidupan masyarakat di Sulsel kembali normal. Dalam waktu dekat harus akhiri covid-19. Tapi kita butuh komitmen bersama,” kata Nurdin usai melakukan kunjungan ke Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, di Balai Prajurit Jendral M Yusuf, Sabtu (2/5) lalu.
Bahkan NA menegaskan, target tersebut semata-mata untuk memutus mata rantai penyebarannya. Di Makassar misalnya, puskesmas melakukan tracking contact dengan kencang, menelusuri semua riwayat pasien untuk mencegah lokal transmisi terjadi.
“Kita berharap ke kepala Dinas Kesehatan, apa yang kita butuhkan untuk betul-betul memutus rantai penularan. Nah, kalau kita bergerak dari camat, lurah kepala desa RT/RW, kepala puskesmas, saya kira tidak sulit,” sebutnya.
Dalam kunjungannya, Nurdin berinteraksi dengan beberapa petugas, menanyakan penanganan pasien, serta jumlah yang telah sembuh dan meninggal.
Data terbaru dari covid19.sulselprov.go.id hingga berita ini ditulis, angka kasus positif covid-19 berjumlah 547 orang. Dari jumlah ini 362 masih dirawat, 145 sembuh, dan 40 meninggal dunia.
Salah seorang petugas posko di bagian call center dr Dwi Puji Lestari, mengaku menerima pertanyaan seputar informasi covid-19, berbagai keluhan sampai dengan validasi data.
“Banyak telepon masuk. Ada berupa keluhan. Ada juga yang menanyakan soal validasi data. Tadi dari Enrekang bertanya data validnya, misalnya soal PDP di wilayah mereka. Dia minta apakah datanya ada atau tidak,” jelasnya.
Selain itu, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, juga berkeliling mendatangi Posko Induk Covid-19 Kota Makassar di Jalan Nikel Raya Makassar. Tujuannya, mengevaluasi pelaksanaan PSBB di Kota Makassar. Nurdin diterima langsung Penjabat Wali Kota Iqbal Suhaeb dan Kepala Dinas Kesehatan Naisyah Tun Azikin.
Dalam kunjungannya tersebut, NA mengevaluasi pelaksanaan PSBB di Kota Makassar. Di tempat ini, ia juga melakukan telekonferensi dengan kepala dinas se-Sulsel.
“Masih ada waktu. Makanya, kita sekarang lagi berusaha bagaimana masyarakat ini kita dorong disiplin. Kita bersama-sama berusaha untuk memotong rantai penularan. Tentu kita butuhkan adalah kepatuhan masyarakat. Semua harus patuh dengan protokol kesehatan,” kata Nurdin.
Ia meminta agar ada kejujuran di masyarakat. Seperti mereka yang pernah melakukan kontak fisik, juga bisa melakukan isolasi mandiri.
Terkait pembagian sembako, Nurdin menyebut aman. Hanya dalam pembagiannya, Kota Makassar memiliki mekanisme yang sedang berjalan dan akan dibagikan secara bertahap.
“Saya kira pemkot ada tahapan wilayah. Jadi yang belum dapat agar bersabar. Nanti yang tidak ada dalam daftar juga kita siapkan,” terangnya.
Agar penyebaran covid-19 ini berakhir, ia menekankan kunci penting bagaimana mendorong disiplin.
Terpisah, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meminta kepada seluruh kabupaten/kota yang memiliki data ODP, PDP, OTG, dan pasien positif covid-19, jika memungkinkan agar dibawa ke rumah sakit rujukan provinsi yang ada di Makassar.
“Ada penambahan yang signifikan dari angka sebelumnya. Tambahan puluhan kasus itu tersebar di beberapa daerah. Melihat kondisi yang ada dengan bertambahnya pasien positif covid-19 di Sulsel, saya mengimbau agar semua pasien positif covid-19 dirujuk ke Makassar,” kata Andi Sudirman, Minggu (3/5).
Sudirman menambahkan, agar penanganan pasien terfokus, maksimal, dan penyebaran tidak semakin meluas, sudah harus disiapkan karantina khusus OTG, ODP dan positif corona di hotel.
“Rumah sakit rujukan positif sudah ditetapkan. Sebentar lagi RS Sayang Rakyat juga. Kami ingin memetakan wilayah arena konsentrasi hanya di dedikatif hotel dan RS rujukan, sehingga kota dan kabupaten kembali jadi zona hijau,” jelasnya.

Perketat SOP PSBB

Sejak pemberlakuan PSBB di Makassar, tingkat kedisplinan warga di Makassar masih sangat rendah. Olehnya itu, perketatan pemberlakuan SOP PSBB semakin diterapkan dan evaluasi PSBB di Posko Covid Makassar di perbatasan yang berada di Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea.
Camat Biringkanaya Andi Syahrum Makkuradde mengatakan, kelemahan selama PSBB tiap hari dilakukan evaluasi. Ia juga mengharapkan pada masyarakat agar selalu taat dan mematuhi segala larangan PSBB. Hal ini dilakukan demi keselamatan warga kota Makassar.
“Pemberlakuan PSBB harus menerapkan SOP yang gunanya untuk memutus mata rantai penularan virus covid-19. Akan tetapi, jika masyarakat tidak patuh terhadap larangan, PSBB ini bisa diperpanjang hingga idul fitri nanti,” ungkapnya, Minggu (3/5).
Camat Tamalanrea Kaharuddin Bakti mengungkapkan, pihaknya rutin mengelar evaluasi terhadap penerapan PSBB di perbatasan Makassar-Maros-Gowa. Tepatnya di Pammanjengan, Moncongloe depan Pasar Sentral BTP. Ada banyak pelanggaran, utamanya pengendara roda empat maupun roda dua.
“Kita rutin melakukan evaluasi, agar sekiranya pelanggar PSBB bisa patuh. Utamanya untuk pengendara roda dua dan empat untuk tetap memakai masker dan menaati aturan PSBB. Makanya rutin turun lurah se-Kecamatan Tamalanrea, Ketua Forum LPM Tamalanrea, anggota Polri, TNI, Dishub, Dinkes dan Satpol PP BKO Tamalanrea,” jelasnya. (nug-rhm-ita)

Exit mobile version