Site icon Berita Kota Makassar

Disamping Pemesanan Daring, Juga Buka Lapak

MESKI masih dalam pandemi virus corona atau covid-19, kedua bersaudara Sahnum Mayangsari dan Atika Putri tidak hanya tinggal berdiam diri di rumah. Ia tetap bekerja walau hanya berjualan makanan lewat daring (dalam jaringan) atau online.

Laporan: ARDHITA ANGGRAENI

Menurut keduanya, peluang usaha makanan dan minuman dengan bekerja dari rumah tetap menghasilkan untung yang besar. Meski baru membuka usaha dua tahun ini, Sahnum Mayangsari dan Atika Putri menjamin cita rasa masakan yang disajikan sangat enak, lezat serta pas untuk dikantong.
Kedua adik-kakak ini memutuskan menjual makanan mulai dari makanan berat hingga ringan seperti ceker pedas harga Rp10 ribu, pentol pedas Rp10 ribu, ikan goreng Rp10-15 ribu, sayur masak Rp8 ribu, pastel dan risoles harga Rp2.500/ biji, kue lumpur, kolak dan es buah harga Rp10 ribu, bubur dan berbagai macam jajanan lainnya.
“Awal mula merintis usaha ini sebenarnya karena ingin berpenghasilan dari rumah seperti ini. Sebelumnya saya adalah mantan karyawan swasta, saya resign dari kerja karena hamil dan ingin fokus mengurus keluarga. Begitu juga dengan adik, dia seorang pengajar. Tapi karena sekarang diliburkan yah sekalian bantu disini saja,” ungkapnya saat ditemui penulis di tempat jualannya di Jalan Perintis Kemerdekaan 18.
Selain menjual makanan buatannya dengan sistem pemesanan online dengan nama Dapur Shanum. Di bulan ramadan ini, ia memutuskan untuk membuka lapak di pinggir jalan sekaligus promosi usaha kulinernya.
“Kita tetap berusaha di bulan ramadan ini, meski pendapatannya juga agak menurun,” ujar lima orang bersaudara ini.
Selama bulan ramadan ia mulai berjualan pukul 15.00 wita sore dan pulang pukul 19.00 wita. Jika hari-hari biasa mereka berjualan di rumah mulai pukul 10.00 wita hingga 21.00 wita malam dengan sistem pemesanan online.
“Masak sendiri. Setiap subuh siap-siap belanja. Nanti sore jam 03.00 baru kesini. Kalau biasanya di rumah layani pemesanan gojek-grab atau antar sendiri yang dekat dengan rumah. Promosi saya hanya via sosmed, facebook dan instagram. Belum kepikiran buka tempat makan karena modal, ini hanya sekadar selingan waktu di rumah karena semua yang kerja saya berdua saja,” jelasnya.
Jika hari biasanya ia bisa menghabiskan banyak stok, namun untuk hari pertama bulan puasa di tengah pandemi corona, ia memilih untuk mengurangi stok jualan. Ia sudah menghitung stok yang dia jual dengan waktu berdagang yang singkat.”Perkiraan saja bisa habis, karena kalau banyak rugi ki juga. Dijual juga tidak banyak beda kalau pesanan duluan mi seperti paket bukber,” tuturnya.(*)

Exit mobile version