Site icon Berita Kota Makassar

Keisengan’ Pelajar yang Tenang Itu Berbuah Prestasi

DI tengah pandemi covid-19, ada kabar bahagia yang datang dari pelajar asal Sulsel. Seorang siswa SMAN 5 Gowa (Andalan Malino) berhasil menyabet juara satu tingkat nasional, setelah sebelumnya juara pada tingkat provinsi di ajang Kompetisi Indihome Generasi Prestasi.

NAMA pelajar ini Aflah Fikri Mahmud. Lahir di Pasuruan, 17 Desember 2002. Beralamat di Jalan Racing Center, Sirinjala, Kota Makassar.
Kompetisi yang diikutinya merupakan program lomba cepat tepat menjawab soal tingkat nasional yang diselenggarakan Indihomestudy Telkom Indonesia. Even ini diperuntukkan bagi siswa tingkat SMA/sederajat. Diikuti berbagai sekolah dari seluruh Indonesia. Pelaksanaannya berlangsung sejak Februari lalu.
Aflah Fikri yang mewakili SMAN 5 Gowa berhasil meraih juara satu tingkat provinsi. Atas prestasinya itu, ia kemudian mewakili regional VII Indonesia melaju ke tingkat nasional. Dari lomba yang dilaksanakan secara daring, Aflah berhasil menyabet juara satu tingkat nasional.
Menurut Aflah, sebenarnya lomba ini diikutinya beberapa waktu lalu. Namun penyerahan hadiahnya baru dilakukan, karena dampak pandemi covid-19.
”Rencana awalnya, penyerahannya dilaksanakan di Jakarta. Tapi karena ada pandemi, jadinya penyerahan di region masing-masing,” ujar Aflah.
Ia menuturkan, ajang ini memperlombakan mata pelajaran kimia, fisika, biologi, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan matematika. Dilaksanakan secara daring, dan disebutkan mirip lomba Ki Hajar yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
”Seleksi awalnya akhir Desember 2019 sampai Februari 2020 untuk region VII Indonesia. Alhamdulillah, saya peringkat satu. Kemudian, lanjut di tingkat nasional mewakili region VII (Indonesia timur) di bulan Maret. Alhamdulillah saya dapat peringkat satu nasional,” terangnya.
”Alhamdulillah, saya senang bisa mendapat itu semua. Saya senang bisa menutup kisah SMA saya dengan sesuatu yang mebanggakan. Saya juga senang bisa membahagiakan orang-orang di sekitar saya di masa yang tidak berbahagia ini,” tambahnya.
Sebenarnya, menurut Aflah, ia tidak menyangka bisa menang dalam lomba ini. Apalagi informasi pelaksanaan lomba diperolehnya dengan cara tidak sengaja.
”Awalnya saya tahu ada lomba ini saat buka laptop mau belajar malam. Terus, muncul di login wifi asrama ada kompetisi ini. Padahal saya sudah bertekad untuk berhenti ikut lomba dan fokus USBN, UNBK, dan UTBK,” imbuhnya.
Awalnya, Aflah Fikri ikut lomba untuk coba-coba persiapan USBN dan UNBK, berhubung materinya kurikulum SMA. Tak disangka, ‘keisengan’ itu berbuah hasil yang menakjubkan. Ia menempati peringkat satu tingkat regional.
”Setelah itu saya mantapkan persiapan supaya menang di tingkat nasional, berhubung USBN dan UNBK sudah dekat-dekatnya. Alhamdulillah, saya bisa capai itu, walau pada akhirnya UNBK ditiadakan. Ini semua karena Allah Swt,” tuturnya.
Atas prestasi yang diraihnya kini, Aflah Fikri tak ingin jemawa. Ia tak melupakan orang-orang yang mendukung pencapaiaannya saat ini. Mulai dari kedua orangtua, para guru, serta teman-teman sekolahnya. Mereka menjadi penyemangat sekaligus mendoakan Aflah.
”Sebenarnya saya baru kasih tahu guru saat lolos babak regional. Itupun bapak kepala sekolah. Saat persiapan juga saya dibantu teman-teman untuk mengajarkan materi yang tidak saya ketahui. Bahkan pernah saya minta adik kelas untuk ajarkan materi yang saya lupa,” ujarnya merendah.
Prestasi yang dicapai Aflah Fikri saat ini tidak lepas dari keinginannya ketika masih duduk di bangku kelas I SMA. Kala itu, ia punya tekad untuk bisa lolos OSN (Olimpiade Sains Nasional) atau sekarang disebut KSN. Mata pelajaran fisika menjadi obsesinya.
Aflah termotivasi setelah melihat teman angkatannya ada yang lolos ke tingkat nasional pada bidang kebumian. Sejak saat itu ia selalu berdoa untuk bisa diloloskan sampai ke tingkat nasional tahun depannya.
Pada seleksi OSN tingkat provinsi ketika itu, Aflah berada di peringkat lima. Sementara yang diambil hanya dua orang.
”Sempat kecewa waktu itu. Saya sadar kesalahan saya, karena tidak cek dimensi padahal saya tahu kerja soalnya. Saya sudah berdoa dan berikhtiar sekitar satu tahun lebih, ternyata hasilnya seperti ini. Saya kemudian meyakini pasti ada hikmah di balik itu semua,” jelas putra pasangan Mahmud Tahir dan Asyriani Abdullah ini.
Di situ pula ia berdoa agar diberikan yang lebih baik, bahkan yang tidak didapatkan di OSN. ”Saya pikir doa saya sudah dijawab oleh Allah. Bahkan saya diberikan yang lebih baik dari itu,” tandasnya remaja tiga bersaudara ini.
Ketika meraih juara satu tingkat regional VII Indonesia timur, Aflah berhak mengantongi uang Rp5 juta ditambah tropi dan medali. Sementara untuk juara nasional, hadiahnya berupa uang sebesar Rp20 juta, tropi, serta medali.
Kepala SMAN 5 Gowa Sudarman, memberi apresiasi atas prestasi yang diraih siswanya. Ia menyebut, Aflah merupakan siswa yang sangat rajin belajar. Selalu fokus, bukan hanya ketika di dalam kelas, tapi juga di luar.
”Biasa kadang setelah istirahat dia ambil tikar, kemudian mengajak temannya lanjut belajar di asrama. Jadi wajar memang kalau dia meraih juara satu nasional itu,” ujar Sudarman.
Rosdinayah, guru fisika di SMAN 5 Gowa tak memungkiri kepintaran Aflah. ”Anaknya memang cerdas. Pembawaannya tenang. Begitu juga kalau kerjakan soal-soal mata pelajaran. Kalau di kelas saya suruh jelaskan ke temannya, cepat dimengerti oleh teman-temannya,” aku Rosdinayah.
Pengakuan guru dan kepala sekolah tersebut tidaklah berlebihan. Karena sederet prestasi memang telah diukir oleh Aflah. Sebut saja juara satu Olimpiade Fisika Physic Fair 2019 UIN Alauddin Se-Sulselbar. Juara tiga tingkat nasional Olimpiade Fisika Braphy Universitas Brawijaya 2019. Juara satu bidang fisika Khalifah 2020 Se-Sulsel. Peringkat satu Regional Makassar Nupho 2019. Peringkat satu Regional Topcop 2029 Region Makassar. Peringkat satu Regional Eureka ITB 2019 Region Makassar, serta sejumlah prestasi lainnya. (*/rus)

Exit mobile version