Site icon Berita Kota Makassar

Polisi Ambil Alih Penguburan Jenazah Warga

PANGKEP, BKM — Prosesi penguburan salah seorang warga Segeri, Kabupaten Pangkep, Nasir (54) yang meninggal mendadak saat sedang main domino di dekat rumahnya, di Daya, Kecamatan Biringkanaya Makassar, tanpa dihadiri pihak keluarga.
Karena istri almarhum diduga berstatus reaktif positif setelah menjalani dua kali rapid tes. Akhirnya proses penguburan diambil alih pihak Polres Pangkep bersama unsur TNI dan Satpol PP.
Namun sebelum.dilakukan penguburan, tiba-tiba datang petugas dari Puskesmas Segeri berpakaian lengkap dengan menggunakan alat pelindung diri, menyampaikan bahwa istri almarhum berstatus reaktif positif setelah menjalani rapid tes sebanyak dua kali.
Pihak keluarga pun merasa panik dan takut. Sehingga mereka menghindar melakukan penggalian kuburan. Bahkan, tidak ada keluarga yang berpartisipasi dalam proses penguburan ini. Meski ada beberapa yang diminta aparat kepolisian untuk ikut menggali kubur almarhum.
Meski prosesi penguburan jenazah tetap berlangsung, tetapi yang melakukan proses penggalian yakni aparat keamanan dari pihak kepolisian, TNI, dan Satpol PP. Penguburan almarhum Nasir dilakukan di pekuburan Islam Kampung Jawi-jawi, Kelurahan Bone, Kecamatan Segeri, Sabtu (9/5).
Beruntung tidak ada warga yang melakukan penolakan terhadap proses penguburan jenazah yang istrinya diduga reaktif positif. Saat proses penguburan, Kabag Ops Polres Pangkep, Kompol A Muh Zakir ikut terjun langsung menggali tanah untuk persiapan penguburan jenazah dari warga Segeri ini.
Pihak Kepolisian bersama TNI dan Satpol PP melakukan pengurusan penguburan karena warga setempat enggan turun langsung mempersiapkan pemakaman jenazah tersebut, setelah mendapat informasi istri almarhum reaktif positif setelah dilakukan dua kali pemeriksaan.
”Tidak ada yang mau mengurus jenazahnya. Sebab istri yang bersangkutan reaktif positif setelah dua kali rapid test. Sehingga semuanya takut. Sementara yang meninggal ini mendadak setelah main domino. Padahal almarhum belum tentu juga Covid-19,” kata Zakir. (udi/’mir/c)

Exit mobile version