MAKASSAR, BKM — Sejumlah Warga bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Makassar mendatangi kantor Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Jalan Teuku Umar. Mereka meminta aparat kelurahan jujur dan transparan dalam pembagian paket sembako ke masyarakat. Sebab diduga oknum lurah pilih kasih menyalurkan sembako ke warga.
Warga juga menilai bahwa penyaluran paket sembako yang dilakukan pihak kelurahan beberapa waktu lalu, tidak tepat sasaran, bahkan diduga dipolitisasi oleh pimpinan kelurahan.
“ Ini tidak beres, sudah putaran kedua pembagian sembako, yang dibagikan sembako hanya orang dekatnya, orang dukung soal politik politiknya yang dulu sepaham dengan pikirian politiknya. Yang lain kasihan, tidak kebagianmi,” kata Mega, warga yang memprotes pembagian bantuan covid-19.
Bahkan Mega menantang pihak kelurahan untuk membuka semua data warga penerima sembako.”Kami mau lihat, apakah yang masuk daftar betul-betul warga yang berhak,” teriaknya.
Selain itu, warga juga meminta ke anggota dewan utamanya dari daerah pemilihan Kecamatan Tallo, untuk segera turun melakukan pengawasan, sekaligus memberikan bantuan sembako kepada warga.
“Jangan nanti mau maccaleg baru turun minta suara. Sekarang saatnya harus turun bantu masyarakat. Jangan hanya pote-pote di medsos, turun dong!,” pungkas Mega.
Menyikapi hal itu, Lurah Kaluku Bodoa, Muh Amir Nur, menjelaskan, kalau pembagian paket covid-19 masih banyak warga yang belum masuk namanya.”Bukan persoalan data. Memang yang bersangkutan belum ada namanya sebagai penerima paket yang datang,” singkat Muh Amir Nur.(jun)
Tak Transparan soal Sembako, Warga Datangi Kantor Lurah
