BANTAENG, BKM — Kepala Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu, Bantaeng, Lukman mengimbau agar warganya tetap tenang. “Saya mengimbau warga agar tetap tenang,” katanya, Senin (11/5).
Hal ini disampaikan Lukman dikarenakan isu tentang motif kematian Rosmini (18) simpangsiur. Ada yang mengatakan untuk dijadikan tumbal ilmu hitam. Ada pula yang menyebut karena siri’.
Kades mengatakan, masalah siri’ adalah hal yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakatnya. Karena siri’ adalah harga diri manusia Bugis-Makassar yang tidak dapat ditawar-tawar.
Karena tidak ada yang tahu secara pasti motifnya apa, lanjut Lukman, maka dia meminta agar warga tidak sembarangan membuat pernyataan. “Kan tidak ada tahu pasti apa motifnya. Jadi saya minta kepada warga saya supaya tidak sembarangan mengeluarkan pernyataan,” ujarnya.
Dalam rilis yang dikirim Humas Polres Bantaeng, Minggu (10/5) sore, dikatakan bahwa motifnya adalah siri’. Korban dipergoki kakak laki-lakinya menjalin hubungan suami istri dengan lelaki berinisial Us (45).
Sejumlah sumber menyebutkan, bahwa Us masih kerabat dekat dengan korban. Us juga sudah punya istri dan anak. “Ibunya Us bersaudara kandung dengan Darwis (ayah korban),” ungkap sumber.
Sumber lainnya mengatakan, hubungan antara Us dengan keluarga Darwis berjalan seperti biasa. Akrab sebagaimana lazimnya penduduk desa.
Mengenai Irfandi yang sempat disandera, kades mengatakan, saat kejadian, kebetulan Irfandi bertugas sebagai pendata. “Dia sedang melakukan pendataan tiba-tiba disandera,” katanya.
Terpisah, Irfandi yang masih tampak syok mengaku tidak tahu persis apa yang terjadi di kamar pembunuhan tersebut. Dia dipaksa mengucapkan istigfar.
Seorang petugas dari tim evakuasi mayat korban berinisial R, mengatakan, saat timnya tiba di kamar eksekusi, darah korban sudah kering. Kata dia, ada perdupaan, tapi dia tidak tahu apakah ada hubungannya antara dupa dengan kematian korban.
Mengenai motif pembunuhan, kades menegaskan, pihaknya tidak berkewenangan memberikan pernyataan. “Kasusnya sudah ditangani polisi. Jadi silakan berhubungan dengan polisi,” tandasnya.
Ditambahkan kades, bahwa sepengetahuan dia, Darwis dan kerabatnya sangat santun. Dari segi ekonomi, terbilang cukup. Bahkan, lanjut kades, Darwis pernah menjabat kepala dusun pada pemdes sebelumnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Rosmini yang duduk di bangku kelas XII Madrasah Aliah (MA), tewas dibunuh oleh kerabat dekatnya, Sabtu (9/5).
Polisi mengamankan sembilan terduga pelaku, terdiri dari ayah kandung, ibu korban dan saudara kandung korban. Dua kakak lelaki korban ditetapkan sebagai terduga eksekutor oleh polisi. (wam/c)
Isu Siri’ Mencuat, Kades Imbau Warga Tenang
